Cerita Dewasa Ketahuan ML Dengan Tante Sendiri

 

 

 

 

 

 

 

Saya memiliki* seseorang tante mempunyai* nama* Lia yang usianya waktu tersebut* 36 tahun. Tante Lia ialah* adik dari Mamaku. Tante Lia telah* menjanda sekitar* 5 tahun. Dari pernikahan ia dengan almarhum suaminya tidak di karunia anak. Tante Lia sendiri melanjutkan usaha aset dari almarhum suaminya. Ia bermukim* di salah satu kompleks* yang tidak jauh dari rumahku. Ia bermukim* dengan seseorang pembantunya, Mbak Sumi. Tante Lia ini orangnya menurutku seksi sekali.

Payudaranya besar bundar dengan dimensi 36C, sementara* tingginya selama* 165 centimeter dengan kaki ramping laksana* peragawati serta perutnya rata soalnya ia belum memiliki anak. Perihal ini membuatku tidak jarang* ke rumahnya serta kerasan* berlama- lama bila** lagi terdapat* waktu. Serta tiap harinya saya hanya membual* dengan tante Lia yang seksi ini serta ia tersebut* orangnya supel benar tidak canggung cerita- cerita dengan

Hingga saya berupaya menemaninya serta sekaligus hendak* memandang badannya yang seksi. Tiap kali saya menyaksikan* badannya yang seksi, saya tidak jarang* kali* terangsang serta saya lampiaskan dengan onani sembari menginginkan* badannya. Kadang mencuat benak* kotorku hendak* bersetubuh dengannya namun* saya tidak berani melakukan* macam- macam terhadap ia, saya fobia* nanti ia bakal* marah serta mengadukan* ke orang tuaku. Hari demi hari keinginanku buat dapat* memperoleh tante Lia terus menjadi powerful* saja.

Kadang- kadang kupergoki tante Lia ketika* nabis mAlan, ia melulu* mengenakan lilitan handuk saja. Melihatnya jantungku deg- degan rasanya, hendak* lekas membuka handuknya serta melahap berakhir* badan seksinya itu. Kadang- kadang pun* ia tidak jarang* memanggilku ke kamarnya guna* mengancingkan bajunya dari balik. Betul- betul memancing gairahku. Hingga pada hari tersebut* tepatnya malam pekan, saya lagi malas keluar bareng* sahabat serta saya juga* berangkat ke lokasi* tinggal* Tante Lia. Sesampai di rumahnya, tante Lia baru bakal* bersiap santap* serta lagi duduk di ruang tamu sembari menyimak* majalah.

Kami juga* silih menceritakan, seketika hujan turun deras sekali serta Tante Lia memintaku menginap saja di rumahnya malam ini serta memintaku memberitahu orang tuaku kalau saya bakal* menginap di rumahnya berhubung hujan deras sekali.“ Lan, tante ingin istirahat* dahulu ya, udah ngantuk, anda* udah ngantuk belum?”, katanya seraya* menguap.“ Belum tante”, jawabku.

“ Oh ya tante, Rio boleh gunakan* komputernya tidak, inginkan* cek email bentar”, tanyaku.“ Boleh, gunakan* aja” jawabnya kemudian* ia menuju ke* ke kamarnya. photomemek. com Kemudian saya menggunakan* pc di ruang kerjanya serta mengakses website* porno. Serta terus cerah* tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang telah* tegang sembari menyaksikan* foto perempuan separuh* baya bugil. Setelah itu kuelus- elus batang kemaluanku hingga* tegang sekali berdimensi selama* 15 centimeter sebab* saya telah* terangsang sekali.

Tanpa kusadari, tahu- tahu tante Lia masuk menyelonong begitu saja tanpa mengetuk pintu. Saking kagetnya saya tidak pernah lagi memblokir* batang kemaluanku yang lagi tegang itu. Tante Lia pernah terbelalak menyaksikan* batang kemaluanku yang lagi tegang sampai* langsung saja ia bertanya seraya* tersenyum manis.“ Hayyoo lagi mengapa kalian, Lan?” tanyanya.“ Aah, tidak apa- apa tante lagi periksa* email” jawabku sekenanya. Tetapi tante Lia kelihatannya* sadar bila** saya dikala tersebut* lagi mengelus- elus batang kemaluanku.

“ Terdapat apa sih tante?” tanyaku.“ Aah tidak, tante hanya* pengen ajak anda* temenin tante nonton di kamar” jawabnya.“ Oh ya telah, nanti aku nyusul ya tante” jawabku.“ Tetapi tidak boleh* lambat- laun yah” kata Tante Lia lagi. Sehabis tersebut* saya berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, kemudian* saya beranjak menuju ke* ke kamar tante kesepian serta mendampingi* tante Lia nonton film horor yang kebetulan pula tidak sedikit* mengumbar adegan- adegan syur. Memandang film tersebut* langsung saja saya jadi salah tingkah, soalnya batang kemaluanku langsung saja bangkit lagi.

 

 

Malah Tante Lia telah menggunakan* pakaian istirahat* yang tipis serta gilanya ia tidak menggunakan* bra sebab* saya dapat* memandang puting susunya yang agak mancung ke depan. Gairahku memuncak menyaksikan* panorama alam laksana* itu, namun* apa boleh bikin* saya tidak berani melakukan* macam- macam. Batang kemaluanku terus menjadi tegang saja sampai- sampai* saya darurat* bergerak- gerak tidak banyak* guna memperbaiki* letaknya yang miring. Memandang gerakan- gerakan tersebut* tante Lia warnanya langsung menyadari seraya* tersenyum ke arahku.“ Lagi mengapa sih kalian, Lan?” tanyanya seraya* tersenyum.“ Ah tidak apa- apa kok, tante” jawabku malu. Sedangkan tersebut* tante Lia mendekatiku sampai- sampai* jarak kami terus menjadi dekat di atas ranjang.“ Kalian terangsang yah, Lan, amati film ini?”“ Ah tidak tante, biasa aja” jawabku mengupayakan* mengatur diri.

Dapat kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, hendak* rasanya kuhisap- hisap seraya* kugigit putingnya. Tetapi warnanya urusan* ini tidak dialami* olehku saja, Tante kesepian Lia juga* warnanya telah* agak terangsang sampai- sampai* ia mengupayakan* mengambil serbuan terlebih dulu.“ Bagi anda* tante seksi tidak, Lan?” tanyanya.“ Wah seksi sekali tante” kataku.“ Seksi mana sama yang di film itu?” tanyanya lagi seraya* membusungkan payudaranya sampai- sampai* nampak terus menjadi membengkak.“ Wah seksi tante dong, abis bodynya tante bagus sih” kataku.

“ Ah masa sih?” tanyanya.“ Iya benar tante, swear..” kataku. Jarak kami terus menjadi merapat sebab* tante Lia terus mendekatkan badannya padaku, kemudian* ia bertanya lagi padaku..“ Kalian inginkan* tidak kalo disuruh* begituan sama tante”.“ Mmaauu tante..” Ah, laksana* ketiban durian runtuh, peluang* ini tidak pasti* saya sia- siakan, langsung saja saya memberanikan diri buat mengupayakan* mendekatkan diri pada tante Lia.“ Wahh benda anda* cukup pula, Lan” katanya.“ Ah tante kesepian dapat* aja..

Tante kok kelihatannya kian* lama kian* seksi aja sih.. Sampe aku gemes deh ngeliatnya..” kataku.“ Ah bandel anda* yah, Lan” jawabnya sembari menempatkan* tangannya di atas kemaluanku.“ Waahh tidak boleh* dipegangin terus tante, ntar dapat* tambah gede loh” kataku.“ Ah yang benar nih?” tanyanya.“ Iya tante.. Ehh.. Ehh saya boleh pegang tersebut* tidak tante?” kataku seraya* menunjuk ke arah payudaranya yang besar itu.

“ Ah boleh aja kalo anda* ingin” jawabnya. Wah peluang* besar, namun* saya agak tidak banyak* khawatir, fobia* ia marah namun* tangan sang tante saat ini justeru* telah mengelus- elus kemaluanku sampai- sampai* saya memberanikan diri buat membelai* payudaranya.“ Ahh.. Arghh lezat Lan.. Kalian badung* ya” kata tante sambil tersenyum manis ke arahku, otomatis saja kulepas tanganku.“ Loh kok dilepas sih Lan?” tanyanya.“ Ah fobia* tante marah” kataku.“ Oohh tidak lah, Lan.. Kemari deh”.

Tanganku digenggam tante kesepian Lia, setelah itu ditaruh* kembali di payudaranya sampai- sampai* saya juga* terus menjadi berani meremas- remas payudaranya.“ Aarrhh.. Sshh” rintihnya sampai* terus menjadi membuatku penasaran. Kemudian saya juga* berupaya menghirup* tante Lia, sangat di luar dugaanku, Tante Lia menyongsong ciumanku dengan beringas. Kami juga* kemudian berciuman dengan nafsu sekali seraya* tanganku bergerilya di payudaranya yang sekal sekali itu.“ Ahh anda* memanglah hebat Lan.. Terusin Lan.. Malam ini anda* mesti menyerahkan* kepuasan sama tante yah.. Arhh.. Arrhh”.

“ Tante, saya boleh buka pakaian tante tidak?” tanyaku.“ Oohh silakan Lan”, sambutnya. Dengan kilat kubuka bajunya sampai- sampai* payudaranya yang besar dengan puting yang kecoklatan telah* terletak di depan mataku, langsung saja saya menjilat- jilat payudaranya yang memanglah saya kagumi itu.“ Arrgghh.. Arrgghh..” lagi- lagi tante mengerang- erang keenakan.“ Teruuss.. Teerruuss Lan.. Ahh lezat sekali..” Lama saya menjilati putingnya sampai- sampai* tanpa kusadari batang kemaluanku pun* telah mulai menerbitkan* cairan jernih* pelumas di atas kepalanya.

Kemudian sekilas kulihat tangan Tante kesepian Lia lagi mengelus- elus unsur* klitorisnya sampai- sampai* tanganku juga* kuarahkan ke arah unsur* celananya guna* kulepaskan.“ Aahh buka saja Lan.. Ahh” Napas Tante Lia terengah- engah menyangga* nafsu. Semacam kesetanan saya langsung membuka CD- nya serta kemudian* kuciumi. Saat ini Tante kesepian Lia telah* bugil total. Kulihat liang kemaluannya yang sarat* dengan bulu.

Kemudian dengan pelan- pelan kumasukkan jariku guna* menerobos liang kemaluannya yang telah* basah itu.“ Arrhh.. Sshh.. Lezat Lan.. Lezat sekali” jeritnya. Sehabis puas jariku bergerilya kemudian* kudekatkan mukaku ke liang kemaluannya guna* menjilati bibir kemaluannya yang licin serta mengkilap itu. Kemudian dengan nafsu kujilati liang kemaluannya dengan lidahku turun naik semacam mewarnai* saja.

Tante Lia terus menjadi kelabakan sampai* ia menggoyangkan kepalanya ke kanan serta ke kiri seraya* meremas payudaranya.“ Aah.. Sshh tante udaahh nggaakk tahaann laaggii.. Tante udaahh maauu kkeeluuaarr.. Ohh”, dengan terus menjadi kilat kujilati klitorisnya serta jariku kucobloskan ke liang kemaluannya yang terus menjadi basah. filmbokepjepang. com Sebagian dikala lantas* badannya bergerak dengan binal* kayaknya bakal* orgasme. Kemudian kupercepat jilatanku serta tusukan jariku sampai- sampai* ia merasa keenakkan sekali kemudian* ia menjerit..“ Oohh.. Aarrhh..

Tante udah keeluuaarr Lan.. Ahh” seraya* menjerit kecil pantatnya digoyang- goyangkan serta lidahku masih terus menjilati unsur* bibir kemaluannya sampai- sampai* cairan orgasmenya kujilati hingga* habis. Setelah itu badannya tenang laksana* lemas sekali.“ Wah nyatanya anda* hebat sekali, tante telah* lama tidak menikmati* kepuasan ini loh..” ucapnya sembari menghirup* bibirku sampai- sampai* cairan liang kemaluannya di bibirku turut belepotan ke bibir Tante Lia. Sedangkan tersebut* batang kemaluanku yang masih tegang di elus- elus oleh tante Lia serta saya juga* masih memilin- milin puting tante yang telah* terus menjadi keras itu.“ Aahh..” desahnya seraya* terus mencumbu bibirku.“ Saat ini giliran tante.. Tante bakal* buat anda* merasakan nikmatnya badan tante”. TOGEL TERBAIK DITHAUN 2026

Tangan tante Lia lekas menggerayangi batang kemaluanku kemudian* digenggamnnya batang kemaluanku dengan erat sampai- sampai* agak terasa sakit namun* kudiamkan saja sebab* terasa lezat pun* diremas- remas oleh tangan tante Lia. Kemudian saya pun* tidak inginkan* kalah, tanganku pun* terus meremas- remas payudaranya yang estetis* itu. Warnanya tante Lia mulai terangsang kembali saat* tanganku meremas- remas payudaranya dengan sesekali kujilati putingnya yang telah* tegang itu, seolah- olah* semacam orang kelaparan, kukulum terus puting susunya sampai- sampai* tante Lia jadi terus menjadi blingsatan.

“ Aahh anda* suka sekali sama dada tante yah, Lan?”“ Iya Tante abis tetek tante wujudnya sangat memicu* sih.. Terus besar namun* masih senantiasa kencang..”“ Aahh anda* memanglah pandai muji orang, Lan..” Sedangkan tersebut* tangannya masih terus mengelus* batang kemaluanku yang kepalanya telah* bercorak kemerahan namun* tidak dikocok melulu* dielus- elus. Kemudian tante kesepian Lia mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sampai- sampai* saya juga* mulai merasakan kesenangan* yang spektakuler* hingga kesudahannya* Tante Lia berjongok di dasar ranjang dengan kepala mendekati batang kemaluanku.

Sedetik lantas* ia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang sudah menerbitkan* cairan jernih* pelumas serta menyeluruh itu* ke semua* kepala batang kemaluanku dengan lidahnya. Saya betul- betul menikmati* nikmatnya service yang diserahkan* oleh Tante kesepian Lia. Kemudian ia mulai membuka mulutnya serta kemudian* memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya seraya* menghisap- hisap serta menjilati semua* bagian batang kemaluanku sampai- sampai* basah oleh ludahnya.

Selang sejumlah* menit sesudah* tante kesepian mengerjakan* hisapannya, saya mulai menikmati* desiran- desiran kesenangan* menjalar di semua* batang kemaluanku kemudian* kuangkat Tante Lia lantas* kudorong lama- lama sampai- sampai* ia telentang di atas ranjang. Dengan sarat* nafsu kuangkat kakinya sampai- sampai* ia mengangkang pas di depanku.“ Aahh Lan, ayolah masukin batang kemaluan anda* ke tante yah..

Tante udah tidak tabah inginkan* ngerasain memek tante disodok- sodok sama batangan anda* itu”.“ Iiyaa tante” kataku. Kemudian saya mulai menuntun* batang kemaluanku ke arah lubang kemaluannya namun* saya tidak langsung memasukkannya namun* saya gesek- gesekan terlebih dahulu ke bibir kemaluannya sampai- sampai* tante kesepian Lia lagi- lagi menjerit keenakan..“ Aahh.. Aahh.. Ayolah Lan, tidak boleh* tanggung- tanggung masukiinn..” Kemudian saya mendesak masuk batang kemaluanku.

Uh, agak kecil warnanya lubang kemaluannya sampai- sampai* agak susah* memasukkan batang kemaluanku yang telah* tegang sekali itu.“ Aahh.. Sshh.. Oohh pelan- pelan Lan.. Teruss- teruuss.. Aahh” Saya mulai mendesak kepala batang kemaluanku ke dalam liang kemaluan Tante kesepian Lia sampai- sampai* ia merasakan kesenangan* yang luar biasa saat* batang kemaluanku telah* masuk seluruhnya.

Setelah itu batang kemaluanku mulai kupompakan dengan lama- lama namun* dengan gerakan memutar sampai- sampai* pantat Tante Lia pun* ikut- ikutan bergoyang. Rasanya nikmat sekali sebab* goyangan pantat tante Lia menjadikan batang kemaluanku laksana* dipilin- pilin oleh bilik liang kemaluannya yang seret tersebut* serta rasanya laksana* empotan ayam. Sedangkan tersebut* saya terus menjilati puting serta menjilati leher yang diairi* keringatnya. Sedangkan tersebut* tangan Tante Lia memeluk* pantatku keras- keras sampai- sampai* kocokan yang kuberikan terus menjadi kilat lagi.

“ Oohh.. Sshh.. Lan.. Lezat sekali.. Oohh.. Ohh..” mendengar rintihannya saya terus menjadi bernafsu guna* lekas menuntaskan* game ini.“ Aahh.. Kilat Lan, tante inginkan* keluuaarr.. Aahh” Badan tante kesepian Lia pulang* bergerak binal* sehingga pantatnya ikut- ikutan naik. Warnanya ia pulang* orgasme, dapat* kurasakan cairan hangat mengguyur* kepala batang kemaluanku yang lagi merojok- rojok liang kemaluannya.“ Aahh.. Sshh.. Sshh”, desahnya, kemudian* badannya pulang* tenang merasakan* sisa- sisa orgasmenya.“ Wahh anda* memanglah hebaat Lan..

Tante sampe keok 2 kali sebaliknya anda* masih tegar”“ Iiyaa tante.. Bentar lagi pun* Alan terbit* nih..” ujarku seraya* terus menyodok liang kemaluannya yang berdenyut- denyut itu.“ Aahh lezat sekali tante.. Aahh..”“ Terusin Lan.. Terus.. Aahh.. Sshh” erangan tante Lia membuatku terus menjadi powerful* merojok- rojok batang kemaluanku dalam liang kemaluannya.“ Aauuhh pelan- pelan Lan, aahh.. Sshh”

 

 

BACA JUGA : Cerita Dewasa Pembantuku Yang Polos

 

“ Aduh tante bentar lagi saya udah ingin terbit* nih..” kataku.“ Aahh.. Lan.. Keluarin di dalam aja yah.. Aahh.. Tante inginkan* ngerasain.. Ahh.. Shh.. Ingin rasain siraman hangat peju kalian..”“ Iiyyaa.. Tante..” Kemudian saya mengusung* kaki kanan tante sampai- sampai* posisi liang kemaluannya lebih mengapit* batang kemaluanku.“ Aahh.. Oohh.. Aahh.. Sshh.. Tante, Rio ingin terbit* nih.. Ahh” kemudian* saya mendekap* tante Lia seraya* meremas- remas payudaranya. Sedangkan itu, tante Lia memelukku kuat- kuat seraya* menggoyang- goyangkan pantatnya.

“ Aahh tante pun* ingin terbit* lagi aahh.. Sshh..” kemudian* dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga kelompok* air maniku yang telah* tertahan menyembur dengan dahsyat. Seerr.. Seerr.. Croott.. Croott..“ Aahh lezat sekali tante.. Aahh.. Ahh..” Sepanjang 2 menitan saya masih menggumuli badan Tante kesepian Lia buat menyelesaikan* semprotan maniku itu. Kemudian Tante kesepian Lia menbelai- belai rambutku.“ Ah anda* nyatanya seseorang jagoan, Lan..” Sehabis tersebut* ia menarik keluar* batang kemaluanku dari liang kemaluannya lantas* dimasukkan pulang* ke dalam mulutnya guna* dijilati oleh lidahnya.

Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap olehnya. Serta lantas* kami berdua juga istirahat* silih berpelukan. Malam tersebut* kami melaksanakannya hingga* 3 kali. Sehabis peristiwa tersebut* kami kerap mengerjakan* ikatan seks yang kadang- kadang meniru gaya- gaya dari film porno. Ikatan kami juga* berjalan sekitar* 2 tahun serta kesudahannya* dikenal oleh orang tuaku. Sebab merasa malu, Tante kesepian Lia juga* pindah ke Jakarta serta melaksanakan usahanya di situ.

Saya betul- betul paling* kehabisan Tante Lia serta sejak* kepindahannya, tante Lia tidak sempat menghubungiku lagi…