Cerita Dewasa Di Ajari Sex Sama Tante Pengalaman

 

 

Dikala ini tinggal seseorang karyawan yg baru bekerja di kota. Pemuda itu ganteng tetapi pendiam. saya amati dari bodinya kayaknya ia aktif olah raga. Sebab saya pula kerap amati ia kembali mengenakan celana pendek serta sepatu berolahraga. Pagi ini ia nampak habis berolahraga jadi tentu di kamarnya ia lagi mandi. penunggu kamar lain kembali kampung sebab yg lain mahasiswa kembali liburan. Jadi kami cuma berdua. Wahhh…. peluang nih.

Sebab hari ini dirumah hening membuat diriku kian kesepian tdk terdapat sahabat bicara. Sopir serta pembantuku kembali sebab terdapat keperluan individu. Sebaliknya tukang kebunku tdk menginap sebab rumah ia dekat dengan rumahku. Saya tdk keberatan mereka kembali sebab masih terdapat anak kost yg tinggal jadi tdk terdapat permasalahan saya sendirian. saya Penasaran serta mau cari sahabat percakapan. saya cari alibi buat ketemu laki- laki itu, saya iseng serta bertanya tentang laptopku. Hingga saya mengarah ke kamarnya.

Sebab di rumah hening serta lagi santai saya cuma menggunakan lingerie warna gelap kesukaanku. Bila dilihat tentu nampak dalamannya. laki- laki manapun yg memandang tentu hendak terangsang. Saya tidak ambil pusing. Bila ia memanglah pri sejati tidak terdapat salahnya bercinta dengan pemuda ini. Perjaka lagi. hehehe.. senyumku dalam hati. Nyatanya pintunya kamarnya tdk terkunci. Pelan- pelan kuketuk pintunya kubuka pintunya serta akupun masuk dengan rasa penasaran.

Warnanya ia lagi di kamar mandi serta ia tdk menyadari kehadiranku. Setelah itu saya masuk. Nampak ia lagi berdiri menghadap bak mandi. Badannya dalam kondisi telanjang kayaknya ingin mandi. Secara totalitas ia nampak gagah. Kesimpulannya kudatangi ia. Nampak matanya terpejam menikmati apa yg lagi dikerjakannya. Dari gerakan pada lengannya kutahu ia lagi mengocok‘ penis’ nya. Lekas kutujukan mataku ke arah selangkangannya.

Apa yg kulihat dikala itu buat saya kagum, apalagi membuat nafasku sesak tersengal- sengal. Tangannya lagi menggenggam‘ penisnya’ nya, yg nampak besar serta panjang sekali. Ujung kepala‘ penis’ nya bundar, nampak keras serta mengkilat. Semacam orangnya rupanya pula cokelat tua agak kehitam- hitaman. Ia mengocok- ngocok‘ penis’ nya yg luar biasa itu. Warnanya ia lagi mandi serta mensterilkan penisnya. woww ini gua suka, lelaki yg giat mensterilkan penisnya. Gerakan mensterilkan penisnya semacam masturbasi membuat saya kedalam khayalan kenikmatan. Serta ku pula terbawa buat memejamkan mataku. Terbayangkan olehku perihal yg tdk- tdk yg pula membuatku terangsang. Jadi mau saya merasakannya. ahhhh tentu nikmat.

Kurasa suatu yg menggelegak dalam diriku. Sekali lagi saya hingga menelanludah. Kemudian kuberanikan diriku buat menyapanya,…

“ Randi Besar amat sih penismu?” Ia nampak sangat kaget. Tersipu- sipu dia mengatakan,…

“ Aduh Tante kok terdapat di mari…!” Lekas kutenangkan ia,…

“ Gpp, Gpp kok.” Kemudian saya mendekati ia sembari mengulurkan tanganku ke arah‘ penisnya’ saya mengatakan,…

“ Coba Tante amati dong! Ukurannya kok hingga segede ini sih?” Malu- malu ia berupaya menjauh, tetapi terpegang pula olehku‘ benda milik’ nya.

Sehabis terpegang ia tdk terus berontak, malah dibiarkannya saya mengusap- usap‘ perlengkapan kejantanan’ nya itu. Sehabis saya usap- usap ia nampak telah mulai sanggup memahami diri lagi. Malah warnanya keberaniannya mencuat. Dengan style lugunya ia bertanya,…

“ tangan tante lembut sekali”

“ Eh ngomong- ngomong ingin diterusin tidak?” Dengan manis serta lugu bengong,…

“ separuh bertanya” Iktikad Tante.”

“ Ingin aku bantuin tidak?” Terlongo ia memandangku serta bertanya,…

“ Emangnya bantu apa tante?” Sembari tersenyum centil saya mengatakan kepadanya,…

“ Jika kalian ingin, tidak bantu bersihin penismu…!” Bukan gunakan sabun, tetapi gunakan lidah tante. Dipastikan lezat loh…. kataku.

Ia tdk butuh menjawabnya toh senantiasa aja saya hendak memaksanya. Sebab saya telah memegang penisnya. Kemudian kulepas dasterku.

“ Kebetulan saya belum mandi, sekaligus mandi disini boleh dunk”. Mandi asyik bareng ia tentu asyik.

“ Kalian ingin saya ajarin tidak?” kataku separuh bertanya. Kalaupun di bilang tdk ingin, senantiasa hendak saya paksa. Sebab saya telah tidak tahan lagi.

“ Ajarin apa tante”…Tak butuh saya jawab kesimpulannya kugarap penisnya

“ Aduh tante, geli banget serta enakkk!” Erang Randi.

“ Panggil aja saya Neng aja ya”. Kedua lengannya menegang menygga badannya, hingga nampak otot- ototnya menonjol gagah.

“ Randi! Randi! Besar amat ya milik kalian ini, kataku.

Sebagian dikala sepi tanpa terdapat suara, sedangkan saya terus mengocok- ngocok lembut‘ benda milik’ Randi. Hingga kesimpulannya terdengar lagi Randi bertanya,…

“ Tante, katanya jika orang bule seneng ngemutin pake mulut yah?” Persoalan ini kurasa terus menjadi menjurus serta membuatku terusik oleh kemauan terpendam yg terdapat di hatiku.

Dengan pendek kujelaskan padanya,…

“ Ah bukan orang bule aja, orang Indonesia pula ingin.” Emang kalian pikir saya tidak ingin.

Bodohlah saya bila tdk ingin melumat penismu. Perjaka lagi. Ya iyalah…. rasanya beda gitu loh…. yg biasa saya pegang…. Berkahku hari ini saya sebentar lagi merasakan mani perjaka…. woowwwww… tentu nikmat… Sembari sesekali penisnya saya cepit dengan susuku serta kugesek- kesekan sembari kuciumi serta kujilati ujung penisnya.

“ Sarat selaku pria ya ITU- nya dapat bangun, besar, panjang, keras samakuat.” Saya sedikit menggurui. Kembali Randi terlihat bergairah,…

“ Oh jika itu sih Randi sanggup… Saya membisikkan kesediaanku. Kemudian Randi mengatakan dengan penuh intensitas,…

“ Aduh ingin tante,!” Pada dikala bibirku mendarat di atas‘ kepala kemaluan’ nya serta mengecupnya Randi mendesah,…

“ Aduh geli tante, lezat.” Terlebih waktu mulai kujilat- jilat dengan lidahku, dia betul- betul merasakan nikmatnya.

Badannya mengejang keras,…

“ Aduh Tante geli sekali.” Begitu kumasukkan‘ ujung kemaluan’ nya yg semacam‘ topi baja’ itu ke mulutku, kemudian mulai saya kulum, Randi mengerang panjang. Sebab keenakan ia hingga memencet kepalaku ke dasar. Dipadati oleh‘ dimensi kejantanan’ lelaki yg sebesar itu saya hingga susah bernafas. Untung saya telah lumayan berpengalaman dalam perihal’ seks oral,’ sehingga dengan gampang saya dapat membiasakan gerakan bibir, lidah serta mulutku.

Kala ujung‘ tongkat kejantanan’ nya memegang langit- langit mulutku, saya merasakan lonjakan gairah yg bawa nikmat. Manis sekali anak ini, akupun jadi terus menjadi menyukainya. Langsung kuperhebat emutanku, hingga saya sendiri terus menjadi terangsang. Sewaktu saya telah mulai hanyut, nyatanya masih pula kudengar permintaan Randi.“ Neng,”… panggilnya,…“ Tante.”

Sebab telah terangsang dari tadi, paling utama sehabis mulai mengemut‘ penisnya’, sebagian usapan saja telah lumayan buat membawaku ke puncak rasa jasmaniku. Saya mengaduh, merintih serta mengerang sembari terus menjilati‘ benda milik’ Randi. Pria itu hingga memandang saya dengan pemikiran agak heran. Tetapi tdk kuperdulikan lagi dirinya. Terus saya emuti‘ penis’ Randi di mulutku, hingga gelora rasaku mereda. Sehabis itu yg saya sadar merupakan betapa pegalnya rahang mulutku, sebab dari tadi mengemuti milik Randi dengan tanpa henti.

Sedikit- sedikit mulai terdapat rasa gusar pula sebab energi tahan kejantanan lelaki itu kokoh sekali. Nyaris saya sentak ia kala sekali lagi kudengar suaranya berdialog kepadaku. Rayuanjanda.com

“ aaahhhh,”… katanya,…

” tante.”

“ Aku nyaris keluar tante.” Rasa gairah terus menjadi memicu diriku, terus menjadi keras pula saya mengemut serta mengisap‘ perlengkapan kemaluan’ Randi.

Sampai kesimpulannya segala badan Randi mengejang keras, begitu pula batang kejantanannya di mulutku.

“ Ahh… ahh… tante… tante… ahh… Aduhhh… aaahhhhh…,”… Randi mengerang keras serta panjang.

Warnanya ia lagi hadapi puncak kenikmatannya di mulutku. Semburan demi semburan mani Randi merambah rongga mulutku. Inilah mani rasa perjaka, betul- betul nikmat terlebih masih hangat.

 

Banyak sekali, kental, serta asin rasanya. Biar tdk terselak kutelan sebisa- bisanya. Tetapi sehabis saya tdk tahan lagi kubiarkan sebagian tertumpah dari mulutku serta terjatuh ke badan Randi. Kujilati mani yg melekat di badannya sampai tidak tersisa. Sebagian dikala setelah itu kondisi mulai mereda. Kudengar suara napas Randi lembut. Perlengkapan‘ kejantanan’ nya yg masih terletak dalam genggamanku nyatanya masih keras pula. Terencana tdk saya keluarkan seluruh spermanya supaya bisa menikmati lebih lama di vaginaku.

Ber- oral seks di kamar mandi membuat kami kedinginan saya merasakan mani pemuda lebih nikmat menghilangan rasa dingin. Penisnya masih aja senantiasa ngaceng sehingga ini membuat saya mau menungganginya serta memasukkan dalam Miss V. Kemudian kuambil handuk yg telah kubasahi dengan air panas serta kubersihkan segala badannya.

Kutarik tangannya serta menuntunnya kembali ke kamar tidur. Kuarahkan biar dia duduk di atas ranjang, kemudian saya menelungkup di hadapannya. Kedua tanganku mulai mengusap- usap‘ batang kejantanan’ Randi. Ukurannya memanglah luar biasa. Tadi dalam kondisi Randi berdiri, jika‘ batang keras’ nya ditegakkan kayaknya panjangnya hingga ke pusarnya. Saat ini dalam kondisi ia duduk panjangnya jelas meliwati pusarnya itu.

Bibirnya kukulum,

” Hmmmhhhh… hmmhhhhhh…” ia mendesah- desah.

Sehabis puasmelumat bibir serta lidahnya, saya mulai bergerak ke dasar, menciumi dagunya, kemudian lehernya kian kebawah kemudian kuciumi dadanya.

“ Hmmmhhhhhh… aduuhhh lezat..” rintihnya.

Ia terus mendesah sedangkan saya mulai menciumi perutnya, kemudian pusarnya, sesekali ia berteriak kecil kegelian. Kesimpulannya penisnya yg telah ngaceng berat kupegang serta kukocok- kock,

“ Ahhhhh… Hhhh…. Hmmhmh… Ohhh…” ia cuman dapat mendesah doang. penisnya langsung kukenyot- kenyot, sedangkan ia meremas- remas rambutku saking enaknya,

“ Ehmm… Ehmm…” Bisa jadi dekat 5 menitan saya ngemut penisnya, setelah itu saya bilang,

“ Randi… saat ini giliran kalian yach?” Gantian apa tante? Ia separuh tersentum. Gantian jilati vaginau” kataku.

Ia hanya tersenyum, kemudian bangkit sebaliknya saya saat ini yg ubah berbaring. Ia mulai nyiumin bibirku. setelah itu mulai menciumi leherku sedangkan tangannya meraba- raba toketku serta diremasnya.

“ Hmhmhhm… Hmhmhmh…” ubah saya yg mendesah keenakan.

Terlebih kala ia menjilati pentilku yg tebal serta bercorak coklat tua. Sehabis puas melumat pentilku bergantian, ia mulai menjilati perutku serta setelah itu langsung menciumi vaginaku dengan penuh napsu, otomatis pahaku mengangkang biar ia dapat gampang menjilati Miss V serta it ilku.

“ Ahh.. Ahhhh…” saya mengerang serta mendesah keras keenakan. Sesekali kudengar“ slurrp… slurrp…” ia menyedot vaginaku yg telah mulai basah itu.

” Ahhhh… om… Lezat…” desahan ku terus menjadi keras saja sebab merasa nikmat, seolah tdk hirau jika terdengar orang di luar. Napsuku telah sampe ubun- ubun, ia kutarik buat lekas menancapkan penis besarnya di vaginaku yg telah gatel sekali rasanya, pengen digaruk pake penis.

Tidak tabah saya memandang, lekas saya pingin merasakan nikmatnya penis gedenya. Setelah itu saya pegang penisny da kumasukkan ke dalam Miss V serta sehabis itu kunaiki ia. TOGEL TERBAIK DITAHUN 2026

Auwwww…… luar biasa enaknyaaa…. Ahhhhhhh… separuh berteriak saya merasakan kenikmatan. Sembari duduk di ujung tempat tidur. Kugenjot vaginau serta Aksiku kubarengi dengan teriakan- teriak keras khas kenikmatan yg membuat saya mandi keringat.

Lama di atas staminaku drop pula, kemudian kumimta ia ubah posisi. Kucabut penisnya setelah itu saya terlentang. Pelan- pelan ia memasukkan penisnya ke dalam vaginaku dengan satu enjotan keras ia menancapkan segala penisnya dalam vaginaku.

“ Uh… uhhh…. Ahhhhhhh…nikmat banget” desahku kala ia mulai asik menggesek- gesekkan penisnya dalam vaginaku.

Saya menggoyang pinggulku seirama dengan keluar masuknya penisnya di vaginaku. Ia memesatkan gerakannya. Gak lama dienjot saya telah merasa ingin nyampe,

“ Ah…… kayaknya mau… ahhh…” ia malah mempergencar enjotan penisnya divaginaku,

“ Bareng nyampenya ya, saya pula dah ingin keluar”, katanya terengah.

Kakiku kunaikkan ke pundaknya yg kuat sampai penisnya terasa mentok memegang rahimku. Nikmat yg kurasakan sangat luar biasa. Dari pemicu awal mulanya dimana norma sopan serta adab tidak lagi dijadikan batas membuat saya pula dapat berlaku saenakku, saat ini kurenggut kepala nya yg berambut cepak itu. Kudekatkan ke wajahku serta kukenyoti bibirnya sembari kukasari kepalanya. Vaginaku yg gatalnya terus menjadi tidak ketulungan membuat saya jadi buas, binal serta liar… sesuatu peristiwa yg tidak sempat terjalin dikala saya bersanggama dengan suamiku sepanjang ini. Bisa jadi ini pengaruh dari badannya yg atletis itu, ataupun aroma keringatnya yg maskulin itu, ataupun nikmatnya dientot dengan penisnya yg dahsyat itu? saya tidak tahu….

Saya menggelinjang- gelinjang dengan sangat hebatnya. Saya berteriak histeris tertahan selaku bentuk pelampiasan nafsu birahiku yg tidak terkontrol ini. Saya mau dipuaskan sejadi- jadinya. Saya berguling ke atas. Dengan rambutku yg sudah lepas terurai dari ikatannya serta dengan keringat yg terus menjadi membasah mengucur dari tubuhku, saya tumpakin badan nya. Saya desakkan habis- habisan vaginaku ke penisnya buat menggaruk lebih keras kegatalan birahi di dalamnya. Saya sangat risau serta resah menunggu hadirnya orgasmeku.

 

BACA JUGA :Cerita Dewasa Pembantuku jadi Budak Seks

 

Tiap kali saya mendongak serta menyibakkan rambutku setelah itu kembali menunduk histeris. Tangan- tanganku mencekal bukit otot di dadanya sampai kuku- kukuku menancap dalam ke dagingnya. Randi seolah tidak ingin kalah. Ia membenamkan wajah tampannya ke payudaraku buat menyusui kedua belah payudaraku yg ranum itu sepuasnya. Sedangkan di dasar situ, rasa gatal yg sangat nikmat mendesaki vaginaku. Saya ketahui ini selaku ciri kalau tidak hendak lama cairan birahiku hendak tumpah ruah. Saya telah demikian kurang ingat diriku. Enjotan penisnya kian kilat saja, sampe kesimpulannya,

“ Randi, saya nyampe aah”, badanku mengejang sebab nikmatnya, terasa vaginaku berdenyut meremas penisnya sehingga diapun menyodokkan penisnya dengan keras,

“ ahhh, saya aah”, terasa semburan pejunya yg deres divaginaku.

Kesimpulannya kami bersama menggapai kepuasan puncak kami. Cairan hangat yg menyemprot dari penis Aldi ke dalam vaginaku langsung disambut dengan muntahan berlimpah cairan birahi vaginaku. Saya langsung tersungkur sedangkan kedutan- kedutan penisnya belum seluruhnya usai.

Buat sesaat kami memanglah istirahat. Tetapi nafsu birahi yg masih berakar kokoh di badan kami masing- maisng mendesak kami buat melaksanakannya lagi serta lagi. Siang hari itu kami habiskan bak pengantin baru. Kami bercinta sepuasnya dalam bermacam style, diakhiri dengan doggy gaya yg spektakuler di ranjangku.

Saat sebelum tertidur Randi pernah memandangku mesra. Katanya lirih,…

“ tante, Terima kasih!” Akupun tidur di ranjang bersamanya. Sembari kupegang penis serta bersandar dadanya.

Kami berpelukan dengan mesranya, sembari ia mencium rambutku. Indah sekali.

Saat sebelum tengah malam kami terbangun. Dikala saya terbangung panorama alam badan telanjang Randi, yg sebagiannya sudah terbungkus selimut, mengantarku ke dunia mimpi. Sekali lagi saya tdk dapat membiarkan penis ngaceng dibiarkan begitu saja. Tentuk saja mulutku gatel buat ngemut serta jilat. Saat sebelum ia pernah bertanya lebih jauh lagi kuminta dia terlentang di ranjang.

 

BACA JUGA : Cerita Dewasa Tertidur Di Pelukan Ayah Tiri 

 

Peluang ini tidak kusiakan buat menggarapnya sekali lagi. Tidak pernah ia menolak kuemut serta kumainkan penisnya dengan tanganku. Sehabis itu malam ini kita bertempur lagi dengan atmosfer lebih romantis yg menggairahkan. Sebab saya mengajak ia bercinta di taman dalam rumahku. Sangat atmosfer yg tdk sempat saya jalani. Di dasar cahaya bulan saya beraksi semau hati, sedangkan ia pasrah pada apa yg saya jalani tercantum mengajari style favourtiku Doggy gaya, woman on top serta kuda liar kulakukan serta ia cuma dapat bagi apa yg saya perintahkan. Bagiku yg berarti saya menikmati kepuasan, suatu yg lama tdk saya miliki.

Apalagi kali ini lebih special sebab bercinta serta merasakan mani dengan seseorang perjaka. Sangat sesuatu kenikmatan yg tiada tara. Meski saya wajib menuntunnya, tetapi saya puas menikmati penis serta mani seseorang pemuda. Perjaka lagi. Malam ini saya menikmati pergumulan di halaman rumahku.

Kesimpulannya kami bersama terkapar serta telanjang dengan peluh serta keringat keluar deras, meski sesungguhnya hawanya dingin. Sebagian kali ke depan setdknya saya hendak menikmati serta merasakan bercinta dengan daun muda ini.

TAMAT..