Cerita Sex Anak Kos Yang Mengoda Om Om
Cerita Sex Anak Kos Yang Mengoda Om Om. Tika baru saja pindah ke suatu kos simpel di pinggir kota. Umurnya 20 tahun, mahasiswi yang riang serta penuh tenaga. Dia diketahui suka tampak santai, paling utama di kamar kosnya yang kecil serta simpel. Umumnya, Tika
cuma mengenakan daster tipis tanpa celana dalam, sebab dia merasa lebih aman begitu, terlebih dikala cuaca panas.
Pak Anto, ayah kosnya yang telah berusia 45 tahun, laki- laki bertubuh perkasa serta berwajah tegas, senantiasa mencermati tingkah laku Tika
dengan rasa penasaran yang susah dirahasiakan.
Pak Anto telah lama hidup sendiri, serta kehadiran Tika
semacam angin fresh yang membangkitkan gairah tersembunyi dalam dirinya.
Hari itu, atmosfer di kos terasa berbeda. Tikabaru saja kembali dari kampus, langkahnya ringan dengan tas punggung yang tersampir. Dikala membuka pintu kamar kos, dia menyadari Pak Anto
lagi duduk di ruang tamu, membaca koran. Matanya langsung tertuju pada daster tipis yang melekat di badannya, sedikit basah oleh keringat.
Tanpa sadar, Tikaberjalan mendekati Pak Anto
dengan langkah terencana pelan serta menggoda. Pak Antomenyipitkan mata, berupaya menenangkan pikirannya supaya tidak sangat jauh melayang.
“ Pak Anto, tadi listrik mati sebentar ya? Jadi aku tidak dapat nyalain kipas angin,” suara Tika
lembut, tetapi memiliki nada menggoda.
mengangguk pelan.“ Iya, tadi hanya sebentar. Jika panas, bilang saja, nanti aku bantu.”
tersenyum kecil.“ Jika gitu, aku memohon tolong, Pak. Tolong bantu aku nyalain kipas angin, ya?”
BACA JUGA : Cerita Sex Ku Berawal Mencari Ikan
berdiri, berjalan mendekat ke kamar Tika
yang pintunya terbuka. Dari luar, nampak badan Tika
yang cuma terbalut daster tipis, tanpa celana dalam. Dadanya yang bundar serta buah dada yang sedikit bergetar dikala napasnya naik turun terus menjadi menarik atensi Pak Anto.
membuka kipas angin, menyalakannya dengan suara lembut yang mengiringi keheningan. Tika
berdiri tidak jauh darinya, membiarkan aroma badannya tercium. Lama- lama, Pak Anto
merasa denyut jantungnya bertambah, serta suatu sensasi hangat mulai membanjiri dadanya.
“ Tika, kalian ini… mengapa kok kadangkala semacam terencana menggoda?” suara Pak Anto
tersenyum bandel.“ Bisa jadi aku bosan sendirian di kos, Pak. Kadangkala aku perlu sahabat bicara… ataupun lebih dari itu.”
menghela nafas panjang, berupaya memahami dirinya, tetapi tatapan Tika
buatnya terus menjadi susah.
kemudian melangkah mendekat, tangannya memegang lengan Pak Anto
dengan lembut.“ Pak Anto, aku ketahui ini salah, tetapi aku tidak dapat bohong jika aku suka sama Pak Anto.”
memandang matanya dalam- dalam, serta tanpa sadar tangan kiri Pak Anto
mulai mengelus punggung Tika
lama- lama, naik ke bagian pinggangnya.
merespons dengan menggigit bibir dasar, kemudian tangannya bergerak menelusuri dada Pak Anto
yang kokoh. Dia mulai memainkan kancing dasternya sendiri sedikit demi sedikit, memperlihatkan kulit halus di bawahnya.
memandang dengan nafsu yang telah tidak tertahankan. Lama- lama, tangannya memegang buah dada Tika, meremas lembut serta membelai dengan penuh atensi. Tika
mendesah pelan, badannya mulai terasa hangat.
menunduk serta mulai menjilati buah dada Tika, menghirup putingnya yang membeku dengan lidahnya. Tika
menutup mata, merasakan getaran kenikmatan yang menyebar dari payudaranya ke segala badan.
Tangannya mencapai kepala Pak Anto, membimbingnya lebih dalam ke arah daster yang terbuka sedikit di dasar. Lidah Pak Anto
setelah itu mulai menyusuri tepian memek Tika
yang masih tertutup daster tipis, buatnya terus menjadi bergairah.
mulai bernafas berat, tangannya meremas rambut Pak Anto, memforsir supaya lidah itu mulai masuk lebih dalam. Pak Anto
juga mulai melaksanakan lemut lama- lama, membuat Tika
gemetar sebab kenikmatan yang terus menjadi meningkat.
terus menjadi larut dalam kenikmatan yang dibangkitkan oleh lidah Pak Anto
yang lihai. Badannya bergetar halus, napasnya kian berat, serta desah pelan mulai keluar dari bibir tipisnya. Daster tipis yang dikenakannya terus menjadi terbuka, memperlihatkan lekuk badannya yang menggoda, tetapi masih diselimuti sedikit rasa malu yang malah membuat atmosfer kian panas.
tidak henti- hentinya memainkan buah dada Tika, menjilati, serta menghirup puting yang saat ini telah betul- betul keras. Tangannya merambat ke dasar, menyusuri sisi perut Tika, kemudian mulai memegang bagian pinggang serta bokongnya dengan penuh nafsu. Tika
membiarkan dirinya dinikmati, membiarkan sentuhan itu menyalakan api dalam dadanya.
mencapai tangan Pak Anto
serta membimbingnya ke dasar daster, membuka celah tipis yang membiarkan Pak Anto
merasakan kulit halus di dekat memek- nya yang hangat. Lidah Pak Anto
juga turun lama- lama, mulai memegang tepian memek yang lembap, mengeksplorasi dengan lembut serta penuh atensi.
Suara lemut yang basah mengisi ruangan, diiringi desahan Tika
yang kian lama kian lantang. Tangannya yang sebelumnya membelai rambut Pak Anto
saat ini memegang pinggang laki- laki itu erat, menariknya terus menjadi dekat.
setelah itu mulai SEPONG lama- lama, lidah serta bibirnya mengeksplorasi tiap sudut memek Tika, membagikan sensasi yang membuat badan Tika
terus menjadi menggeliat serta menggairahkan. Ia mulai memainkan bibirnya dengan ritme yang cocok, sesekali menarik nafas panjang yang membuat Tika
terus menjadi bergairah.
menutup mata, menikmati tiap detik kenikmatan itu, serta sesekali menggigit bibirnya sembari menahan desahan yang kian tidak tertahankan. Suara lembut serta basah dari mulut Pak Anto
membuat atmosfer jadi kian intens.
mencapai tangan Tika, mengangkatnya ke atas kepala, serta lama- lama meraba buah dada yang saat ini betul- betul penuh gairah. Ia memutar puting satu persatu, membuat Tika
mendesah terus menjadi keras.“ Masih kokoh, Nak?” tanya Pak Anto
dengan suara berat.
cuma mengangguk, badannya menggeliat, serta hatinya berdetak kencang. Ia ketahui apa yang hendak terjalin berikutnya, tetapi tidak terdapat rasa khawatir, cuma kemauan yang membara.
mulai berdiri lama- lama, mengangkut Tika
ke pangkuannya, serta bawa ia ke kamar yang tidak jauh dari ruang tamu. Tika
membiarkan dirinya dibawa, badannya lengket pada dada Pak Anto
yang kokoh serta hangat.
Setibanya di kamar, Tika
duduk di tepi ranjang, sedangkan Pak Anto
melepas kemejanya, memperlihatkan badannya yang berotot. Pemikiran mereka berjumpa, silih menyalakan gairah yang tidak terucapkan.
mulai membuka daster Tika
seluruhnya, menyingkap badannya yang putih lembut. Tangannya turun ke dasar, memegang memek yang saat ini terbuka penuh, hangat serta lembap. Ia memegang dengan lembut, membelai, serta membuat Tika
terus menjadi mendesah.
mulai mengelus kontol Pak Anto
yang telah mengencang, memegang serta menggosok- gosok dengan lembut. Pak Anto
tersenyum puas, kemudian membungkuk serta mulai menjilat leher serta dada Tika, buatnya terus menjadi terangsang.
Sembari terus memainkan kontol- nya, Tika
mulai merendahkan badannya lama- lama ke ranjang, mempersiapkan dirinya. Pak Anto
membimbing tangan Tika
ke celananya, membukanya dengan lembut, kemudian mulai melaksanakan SEPONG lama- lama, lidah serta bibirnya mengeksplorasi tiap sudut yang sensitif.
menutup mata serta mengangkut pinggulnya, merasakan lidah Pak Anto
menyusup dalam tiap lekuk memek- nya, membuat desahnya terus menjadi keras serta penuh gairah.
terasa hangat menyelimuti segala badannya dikala lidah Pak Anto
terus menjadi intens menjilati memek- nya. Suara lembut lemut- lemut yang basah menggema di kamar kecil itu, menemani desahan penuh gairah yang keluar dari bibir Tika. Tangannya menggenggam erat rambut Pak Anto, memintanya buat terus melaksanakan apa yang membuat badannya bergetar hebat.
Pak Anto, dengan penuh atensi serta kemampuan, mulai menggeser lidahnya lebih dalam, menjelajahi tiap sudut yang sensitif. Tika
menahan nafas, badannya mengencang dikala sensasi itu membanjiri tiap sarafnya. Lama- lama, ia mulai merasakan cairan hangat keluar dari dalam memek- nya, membasahi lidah serta mulut Pak Anto.
mengangkut kepala, tatapannya penuh gairah, kemudian lama- lama memalingkan wajah ke arah kontol- nya yang telah tegap serta membeku penuh hasrat. Tika
tersenyum bandel serta mulai mengelus kontol itu dengan tangan kecilnya yang hangat. Dia membelai serta memutar kontol Pak Anto
dengan penuh kelembutan, merasakan aliran darah yang terus menjadi deras.
Dengan gerakan pelan, Tika
membuka celananya serta membiarkan Pak Anto
mencapai badannya. Pak Anto
membungkuk serta mulai melaksanakan SEPONG pada kontol Tika, lidahnya mengelilingi ujung serta membelai batangnya lama- lama. Suara desahan lembut mulai terdengar dari bibir Tika
dikala kenikmatan mulai mengalir ke segala badannya.
Sehabis sebagian menit menikmati game dengan kontol, Pak Anto
mengangkut Tika
ke atas ranjang dengan lembut. Badan Tika
terbaring, dasternya telah tersingkap seluruhnya, memperlihatkan kulit putih lembut yang menggoda. Pak Anto
mulai membelai buah dada Tika
lagi dengan tangannya yang agresif tetapi penuh kasih sayang.
membalas dengan menggenggam tangan Pak Anto
serta mengarahkannya turun ke badannya, mengizinkannya buat memegang lebih jauh. Pak Anto
mulai menyusuri lekuk pinggang serta perut Tika, memusatkan tangannya lama- lama ke memek yang saat ini telah terbuka penuh.
Dengan hati- hati, Pak Anto
mengoleskan pelumas dari botol kecil yang telah dia siapkan lebih dahulu, membuat memek Tika
basah serta licin. Tika
menahan nafas, merasakan sentuhan lembut yang siap menembus ruang intimnya. Pak Anto
lama- lama memasukkan ujung kontolnya ke dalam memek Tika
yang hangat serta lentur.
mengerang pelan, merasakan sensasi penuh yang baru dia natural. Lama- lama, Pak Anto
mulai menggerakkan kontolnya masuk serta keluar dengan ritme lelet serta penuh atensi, membenarkan Tika
merasa aman serta menikmati tiap gerakan.
Desahan mereka berdua mulai mengisi kamar yang kecil itu. Tika
menggenggam badan Pak Anto
erat- erat, menjajaki tiap gerakan dengan gairah membara. Suara croot awal terdengar dikala Pak Anto
tidak dapat lagi menahan dorongan hasratnya, menumpahkan isinya di dalam memek Tika.
menutup mata, menikmati sensasi penuh serta hangat yang mengisi dirinya. Mereka berdua berpelukan erat, menikmati kehangatan badan tiap- tiap sehabis orgasme yang intens.
Sehabis berpelukan hangat serta badan mereka mulai rileks, Tika
membuka mata lama- lama serta memandang wajah Pak Anto
yang masih penuh gairah. Badannya basah oleh keringat, nafas terengah- engah, tetapi senyumnya tidak sempat pudar. Dia ketahui malam belum berakhir.
Pak Anto
menarik Tika
ke posisi duduk, memeluknya erat sembari mencium lehernya yang halus.“ Nak, saya mau lebih dari ini,” bisik Pak Anto
dengan suara berat serta penuh nafsu.
tersenyum centil, kemudian menunduk serta mulai ngemut ujung kontol Pak Anto
yang telah kembali tegak. Dengan lidah serta bibirnya, dia lambat- laun mulai melaksanakan SEPONG yang membuat Pak Anto
mendesah panjang. Tangannya yang kecil memegang pangkal kontol serta mulai menggerakkan dengan irama yang menggoda.
meremas rambut Tika
lembut, membiarkannya memahami ritme game. Suara slurp basah mengisi kamar kecil itu, mengiringi napas berat serta desahan yang kian lama kian panas.
terus menjadi dalam, lidah serta mulutnya bekerja sempurna, mengeksplorasi tiap sudut kontol Pak Anto. Sesekali dia menyudahi, menghirup dengan kokoh ujung kontol, kemudian melanjutkan lagi dengan lembut. Pak Anto
merasakan gairahnya memuncak, napasnya tercekat.
Sehabis sebagian menit, Pak Anto
tidak tahan lagi. Dia menarik Tika
ke atas ranjang serta membalikkan badannya. Tika
tiduran telentang, dasternya telah terbuka lebar, memperlihatkan badan lembut serta penuh energi tarik.
Dengan gerakan lembut serta penuh atensi, Pak Anto
mulai menggeser daster itu ke atas, menyingkap buah dada Tika
yang membeku. Dia mulai menjilati puting dengan lidahnya, membuat Tika
mendesah pelan.
Setelah itu Pak Anto
merendahkan tangannya ke dasar, menyusuri pinggang serta perut Tika, kemudian mulai menjamah memek yang basah. Dia menggerakkan jarinya lama- lama, membuat Tika
bergidik serta mendesah.“ Mas, pelan- pelan…” kata Tika
sembari menggenggam tangan Pak Anto.
mengangguk serta mulai memasukkan jarinya satu per satu ke dalam memek Tika
yang hangat serta lentur. Tika
menutup mata, menikmati sentuhan yang lama- lama tetapi tentu tingkatkan gairahnya.
Sehabis sebagian menit bermain dengan jarinya, Pak Anto
mulai mengoleskan pelumas kembali serta lambat- laun memasukkan kontol- nya ke dalam memek Tika. Gerakannya lelet, penuh atensi, membenarkan Tika
merasa aman serta terangsang.
menjajaki tiap gerakan, menggerakkan pinggulnya cocok irama yang di idamkan Pak Anto. Suara desah serta napas berat mereka berdua penuhi ruangan kecil itu.
mulai memesatkan gerakan, membuat Tika
terus menjadi bergairah.“ Mas, jangan berhenti… saya telah tidak tahan,” kata Tika
sembari memeluk erat Pak Anto.
tersenyum serta terus menggerakkan kontolnya dengan ritme yang cocok. Badan Tika
menggeliat, serta kesimpulannya, Pak Anto
tidak dapat menahan lagi. Suara croot keluar dengan deras, penuhi memek Tika
dengan kehangatan gairah.
Mereka berdua terbaring letih, nafas silih bersahutan. Tika
tersenyum serta mengatakan,“ Terima kasih, Mas… saya bahagia malam ini.”
membalas dengan dekapan hangat serta ciuman lembut. Malam itu jadi malam yang tidak terlupakan untuk mereka berdua.
Sehabis sebagian menit istirahat, Tika
membuka matanya lama- lama serta memandang Pak Anto
yang masih duduk di sampingnya. Napas mereka berdua telah mulai wajar, tetapi atmosfer di kamar kos itu masih dipadati dengan aura panas yang susah diabaikan.
menggeliat pelan serta mengatakan,“ Mas, saya mau lebih… Saya belum puas.”
tersenyum penuh gairah serta mengatakan,“ Jika begitu, kita lanjut, Nak.”
juga bangkit dari ranjang, berjalan mendekat serta memeluk Pak Anto
dengan erat. Tangannya mulai menjelajahi dada Pak Anto, merasakan tiap otot yang membeku sebab hasrat.
Dengan gerakan pelan, Tika
merendahkan kepala serta mulai melaksanakan SEPONG pada kontol Pak Anto
yang telah membeku kembali. Lidahnya mengeksplorasi ujung serta batang kontol dengan penuh gairah, membuat Pak Anto
mendesah panjang.
meremas kontol itu dengan lembut, menjajaki irama gerakannya yang lelet serta menggoda. Suara basah dari mulut Tika
penuhi kamar, mengiringi desahan serta napas berat Pak Anto.
membiarkan Tika
memahami ritme game, tangannya membelai rambut serta punggung Tika
dengan penuh kasih sayang. Lama- lama, dia mulai menggerakkan pinggulnya menjajaki irama yang terbuat Tika, menikmati sensasi dari mulut kecil yang menggoda.
membuka matanya serta memandang mata Pak Anto
dengan pemikiran penuh godaan.“ Mas, saya mau kalian masuk ke dalam saya saat ini,” bisiknya.
tersenyum serta mengangkut Tika
ke atas ranjang. Mereka berdua tiduran, silih berpelukan, serta bersiap buat melanjutkan game cinta mereka.
Dengan penuh atensi, Pak Anto
mulai membuka daster Tika
yang telah tersingkap sempurna. Tangannya menyusuri badan lembut Tika, dari dada sampai pinggang, kemudian lama- lama turun ke memek yang basah serta siap menerima.
mendesah pelan dikala Pak Anto
mengoleskan pelumas pada kontolnya, buatnya licin serta gampang masuk. Dengan gerakan lelet serta penuh kasih, Pak Anto
mulai memasukkan ujung kontolnya ke dalam memek Tika.
menjajaki gerakan Pak Anto
dengan penuh gairah, menggerakkan pinggulnya cocok irama yang di idamkan. Suara desah mereka berdua bergantian penuhi kamar kos yang kecil serta hangat.
mulai memesatkan gerakannya, membuat Tika
terus menjadi bergairah serta tidak sanggup menahan sensasi yang membanjiri badannya. Tangannya merangkul badan Tika
erat- erat, melindungi supaya dia senantiasa aman serta terangsang.
“ Mas, saya nyaris tidak tahan lagi,” bisik Tika
sembari menggenggam badan Pak Anto.
tersenyum serta terus menggerakkan kontolnya dengan ritme yang normal serta penuh tenaga. Badan Tika
menggeliat hebat, serta kesimpulannya, suara croot keluar dengan deras, penuhi memek Tika
dengan kehangatan yang luar biasa.
Sehabis itu, mereka berdua terbaring letih serta silih memandang dengan senyum puas. Malam itu jadi malam yang tidak terlupakan, penuh gairah serta kehangatan antara Tika
