Cerita Sex Di jilati Teman Ayah
Cerita Sex Di jilati Teman Ayah. Pengalaman seks awal, cerita seks awal kali ngentot, cerita seks ngentot dengan om Andre , cerita seks bermain dokter dokteran dengan sahabat ayahku. Namaku Anggun, usiaku saat ini 22 tahun, saya bekerja sebagai salah satu karyawati di BUMN besar di Kalimantan. Oh ya, kata temen-temen sih saya mempunyai wajah yang menawan, dengan rambut sebahu, kulitku kuning langsat, besar 163 centimeter, dengan badan yang ramping serta seksi.
Saya ingin menggambarkan pengalaman seksku yang awal malah dari sahabat baik ayahku sendiri, peristiwa yang tidak kuduga ini terjalin kala saya baru saja hendak masuk kelas 2 SMP, kala saya masih tinggal di Yogya.
Teman bapak itu bernama, Om Andre serta saya sendiri menemukan Om. Sebab hubungan yang sangat dekat dengan Om Andre, dia telah dikira semacam kerabatnya sendiri di rumahku. Om Andre mukanya sangat tampan, mukanya nampak jauh lebih muda dari ayahku, sebab memanglah umurnya berbeda agak jauh, umur Om Andre kala itu mendekati 28 tahun. Tak hanya ganteng, Om Andre mempunyai badan yang tegap besar, dengan dada yang bidangnya.
Kejadian ini bermula saat liburan semester, waktu itu kedua orang tuaku wajib berangkat ke Madiun karena ada perayaan perkawinan kerabat. Sebab kami serta Om Andre lumayan dekat, hingga saya memohon kepada orang tuaku buat menginap saja di rumah Om Andre yang tidak jauh dari rumahku sepanjang 5 hari itu. Om Andre sudah menikah, namun belum memiliki anak. Istrinya merupakan seseorang karyawan industri swasta, sebaliknya Om Andre tidak memiliki pekerjaan tetap.
Ia merupakan seseorang yang membuat mobil. Hari- hari awal kulewati dengan ngobrol- ngobrol sambil bercanda- ria, sehabis istri Om Andre berangkat ke kantor. Om Andre sendiri katanya tidak ada order buat mencari mobil, jadi selalu di rumah sambil menunggu telepon kalau- kalau ada langganannya yang ingin mencari mobil. Buat melupakan waktu, kerap pula kami memainkan berbagai game semacam halma, ataupun dominasi, karena memanglah Om Andre orangnya sangat pintar berteman dengan siapa saja.
Kala sesuatu hari, sehabis makan siang, seketika Om Andre berkata kepadaku, “Rin… kita main dokter- dokteran ayo.., sekaligus Anggun, Om cek beneran, mumpung gratis”.
Memanglah kata bapak dulu Om Andre sempat kuliah di fakultas kedokteran, tapi putus di jalur tengah karena menikah serta banyaknya biaya kuliah.
“Ayoo…”, sambutku dengan polos tampa curiga.
Setelah itu Om Andre mengajakku ke kamarnya, kemudian mengambil suatu dari lemarinya, warnanya dia mengambil stetoskop, bisa jadi sisa yang dipakainya kala kuliah terlebih dahulu.
“Nah Rin, kalian buka deh bajumu, terus berbaring di kasur”.|rayuanjanda.com
Mula- mula saya agak ragu-ragu. Tetapi sehabis mengamati wajahnya yang sungguh- sungguh kesimpulannya menurut saya.
“Baik Om”, kataku, kemudian saya membuka kaosku, serta mulai hendak tiduran.
Tetapi Om Andre bilang, “Lho… BH- nya sekaligus dibuka dong.., supaya Om mudah merisksanya”.
Saya yang waktu itu masih polos, dengan lugunya saya membuka BH-ku, sehingga saat ini terlihatlah buah dadaku yang masih mengkal.
“ Wah…, kalian memanglah betul- betul menawan Rin…”, kata Om Andre .
Kulihat matanya tidak berkedip memandang buah dadaku, serta aku hanya tertunduk malu.
Sehabis telentang di atas ranjang, hanya dengan mengenakan rok mini saja, Om Andre mulai memeriksaku. Mula- mula di tempelkannya stetoskop itu di dadaku, rasanya dingin, kemudian Om Andre menyuruhku bernapas hingga sebagian kali, sehabis itu Om Andre mencopot stetoskopnya. Setelah itu sambil tersenyum sambil memegang lenganku, lalu mengusap usapnya dengan lembut.
“Waah… kulit kalian halus ya, Rin… Kalian tentu giat merawatnya”, katanya. Saya diam saja, saya hanya merasakan sentuhan serta penggunaan lembut Om Andre.
Setelah itu usapan itu bergerak naik ke pundakku. Sehabis itu tangan Om Andre menyentuh perutku. Saya cuma diam saja merasakan perutku diusap- usapnya, sentuhan Om Andre betul- betul terasa lembut, serta lama- kelamaan terus cerah saya mulai jadi agak terangsang oleh sentuhannya, sampai- sampai bulu terasa merinding dibuatnya.
Kemudian Om Andre menaikkan usapannya ke pangkal buah dadaku yang masih mengkal itu, mengusap mengitarinya, kemudian mengusap buah dadaku. Ih…, baru kali ini saya merasakan yang semacam itu, rasanya halus, lembut, serta geli, bercampur jadi satu. Tetapi tidak lama setelah itu, Om Andre menghentikan penggunaannya. Serta saya kira… yah, cuma sebatas ini perbuatannya. Tetapi setelah itu om Andre bergerak ke arah kakiku.|rayuanjanda.com
“Nah.., saat ini Om cek bagian dasar yah…”, katanya. Sehabis diusap-usap semacam tadi yang terus cerah membuatku agak terangsang, saya hanya bisa mengangguk pelan saja. Dikala itu saya masih menggunakan rok miniku, tetapi seketika Om Andre menarik serta meloloskan celana dalamku. Pasti saja saya keget sebagian mati.
“Ih…, Om kok celana dalam Anggun dibuka…?”, kataku dengan gugup.
“ Lho…, khan ingin ditilik.., pokoknya Anggun tenang aja…”, katanya dengan suara lembut sambil tersenyum, tetapi nyatanya mata serta senyum Om Andre penuh dengan iktikad tersembunyi. Namun pada saat itu saya tidak dapat berbuat apa-apa.
Sehabis celana dalamku diloloskan oleh Om Andre , ia duduk bersimpuh di hadapan kakiku. Mata tidak berkedip menatap Memekku yang masih mungil, dengan bulu-bulunya yang masih sangat halus serta tipis. Kemudian kedua kakiku dimasukkan ke pahanya, sehingga pahaku menumpang di atas pahanya. Kemudian Om Andre mulai mengelus- elus betisku, halus serta lembut sekali rasanya, kemudian dilanjutkan dengan lambat- laun meraba- raba pahaku bagian atas, kemudian ke paha bagian dalam. Hiiii…, saya jadi merinding rasanya.
“Ooomm…”, suaraku lirih.
“Tenang sayang.., pokoknya nanti kalian merasa nikmat…”, katanya sambil tersenyum.
Om Andre kemudian mengelus-elus selangkanganku, perasaanku jadi kian tidak karuan rasanya.
Setelah itu, dengan jari telunjuknya yang besar, Om Andre menggesekkannya ke bibir Memekku dari dasar ke atas.
“ aahh…, Oooomm…”, jeritku lirih.
“Sssstt…, hmm…, nikmat.., kan…?”, katanya.|rayuanjanda.com
Mana sanggup saya menanggapinya, malahan Om Andre mulai meneruskan lagi menggesekkan jarinya berulang-ulang. Pasti saja ini membuat kian tidak karuan, saya menggelinjang- gelinjang, menggeliat- geliat ke sana- ke ayo.
“Ssstthh…, aahh…, Ooomm…, aahh…”, eranganku terdengar lirih, dunia serasa berputar-putar, kesadaranku bagaikan terbang ke langit. Memekku rasanya sudah basah sekali karena saya memang betul- betul sangat terangsang sekali.
Sehabis Om Andre merasa puas dengan game mengenkripsi, ia berhenti sejenak permainannya, tetapi setelah itu mukanya mendekati wajahku, saya yang belum berpengalaman sama sekali, dengan pikiran yang antara sadar serta tidak sadar, hanya dapat melihatnya pasrah tanpa paham apa yang sesungguhnya lagi terjalin. Mukanya terus menjadi dekat, setelah itu bibirnya mendekati bibirku, kemudian dia mengecupku dengan lembut, rasanya geli, lembut, serta basah. Tetapi Om Andre bukan hanya mengecup, dia kemudian melumat habis bibirku sambil memainkan lidahnya, Hiii…, rasanya jadi kian geli…, terlebih kala lidah Om Andre memancing lidahku, sehingga saya tidak tahu mengapa, secara GPU jadi terpancing, sehingga lidahku dengan lidah Om Andre silih bermain, membelit-belit, pasti saja saya jadi terus menjadi kenikmatan kegelian.
BACA JUGA : https://rayuanjanda.com/cerita-sex-memperkosa-anak-karyawan/
Setelah itu Om Andre mengangkut mukanya serta memundurkan badannnya. Entah game apa lagi yang ingin diperbuatnya pikirku, saya toh telah pasrah. Serta eh…, gila…, seketika tubuhnya dimundurkan ke dasar serta Om Andre tengkurap di antara kedua kakiku yang otomatis terkangkang, kepalanya terletak pas di atas kemaluanku serta Om Andre dengan kilat menyeruakkan kepalanya ke selangkanganku, kedua pahaku dipegangnya serta diletakkan di atas pundaknya, sehingga kedua paha bagian dalamku semacam menjepit kepala Om Andre . Saya sangat kaget serta berusaha memberontak, hendak namun kedua tangan memegang pahaku dengan kokoh, kemudian tanpa sungkan- sungkan lagi Om Andre mulai menjilati bibir Memekku.
“aa…, Ooomm…!”, pekikku, meski lidah Om Andre terasa lembut, tapi jilatannua itu terasa menusuk Memekku serta menjalar ke seluruh tubuhku, tapi Om Andre yang sudah mengalaminya, malah menjilati habis- habisan bibir Memekku , kemudian lidahnya masuk ke dalam Memekku, serta menari-nari di dalam Memekku. Lidah Om Andre mengait- ngait ke sana- ke ayo mejilat jilat dingding memeku. Pasti saja saya kian menggila, badanku menggeliat- geliat serta terhentak- hentak, sebaliknya kedua berharap mendesak mendesakkan kesehatan dari kemaluanku. Hendak namun usahaku itu percuma saja, Om Andre terus melakukan aksinya dengan ganas. Saya cuma dapat berteriak-jerit tidak karuan.
“ aahh…, Ooomm…, jaangan…, jaanggann…, teeerruskaan…, ituu…, aa…, aaku…, nndaak…, maauu.., geellii…, stooopp…, tahaann…, aahh!”.
Saya menggelinjang- gelinjang semacam kesurupan, menggeliat ke sana- ke ayo antara ingin serta tidak biarpun terdapat perasaan menolak ingin namun rasa geli, bercampur dengan kenikmatan yang teramat sangat mendominasi segala badanku. Om Andre dengan kokoh memeluk kedua pahaku di antara pipinya, sehingga meski saya menggeliat ke sana-ke ayo, tetapi Om Andre selalu mendapatkan yang diinginkannya. Jilatan- jilatan Om Andre betul- betul membuat bagaikan orang kurang ingat daratan, memekku yang benar banjir yang dibuatnya, perihal ini membuat Om Andre jadi terus menjadi pembohong, dia bukan hanya menjilat- jilat, apalagi menghirup, menyedot- nyedot Memekku. Cairan lendir Memekku apalagi disedot Om Andre habis- habisan. Sedotan Om Andre di Memekku sangat kokoh, menjadikannya jadi samakin kelonjotan.|rayuanjanda.com
Setelah itu Om Andre terdiam menghentikan jilatannya. Dengan mengacungkan dia membuka bibir Memekku , kemudian di sorongkan sedikit ke atas. Saya dikala itu tidak mengetahui apa iktikad Om Andre, warnanya Om Andre mengincar klitorisku. Ia menjulurkan lidahnya, kemudian dijilatnya klitorisku.
“ aahh…”, pasti saja saya berteriak keras sekali, saya merasa semacam kesetrum, karena kenyataannya itu bagian yang sangat sensitif buatku. Begitu kagetnya saya merasakannya, saya hingga menggangkat pantatku. Om Andre malah memencet pahaku ke dasar, sehingga pantatku nempel lagi ke kasur, serta terus menjilati klitorisku sambil dihisap- hisapnya.
“aa…, Ooomm…, aauuhh…, aahh!”, jeritku terus menjadi merajalela. Seketika aku merasakan suatu yang teramat sangat, yang mau keluar dari dalam Memekku, semacam ingin berkemih, serta aku tidak kokoh menahannya, tapi Om Andre yang kayaknya sudah tahu, malahan meyedot kacangku dengan kuatnya.|rayuanjanda.com
“Ooomm…, aa!”, tubuhku terasa tersengat tegangan besar, seluruh tubuhku mengencang, tidak sadar kujepit dengan kokohnya pipi Om Andre dengan kedua pahaku di selangkanganku. Kemudian tubuhku bergetar bertepatan dengan keluarnya cairan Memekku banyak sekali, serta nyatanya Om Andre tidak menyia-nyiakannya disedotnya Memekku, dihisapnya segala cairan Memekku. Tulang-tulangku terasa luluh lantak, kemudian tubuhku terasa lemas sekali. Saya tergolek lemas tidak berdaya karena terlalu banyak organisme.
bersambung..
