Cerita Sex Istri Kawan Ketagihan DI Pompa

 

 

Cerita Sex Istri Kawan Ketagihan DI Pompa

Istri Perek Ketagihan Dipompa Memeknya Ama Kontol Besar Tukang Sayur. Aku Silvia, sehabis lulus dari sekolah menengah, aku menikah dengan orang tua serta sahabat orang tua aku, telah agak tua, namun suami aku tampan, mempunyai sebagian industri yang berhasil dalam bisnisnya serta pula sangat kecanduan bekerja. Aku betul- betul menikmati kehidupan suami- istri kala aku lagi berbulan madu. Suamiku bekerja bersamaku tiap kali ia jatuh cinta, namun begitu ia kembali ke dunia nyata, ia kembali ke kebiasaannya yang edan kerja, ia sangat padat jadwal berurusan dengan seluruh industri. Aku sehat secara modul, namun secara mental sangat sendirian. Pula, aku menikahi seseorang anak muda serta ini merupakan tahun kedua perkawinan aku.

Aku betul- betul berkata apa yang dikatakan orang tua aku, kala mereka mengendalikan, ya. Ngomong- ngomong, semenjak aku masih muda, aku suka memasak bunda aku, jadi Kerutinan itu lenyap hingga saat ini, walaupun aku memasak cuma buat diri aku sendiri, bila suami aku tidak sempat makan di rumah. Kembali senantiasa larut begitu kurang baik sehingga aku bosan serta tidak memiliki hasrat buat memegang aku. Bila ini akhir minggu serta ia di rumah, kita senantiasa makan di luar. Walaupun kita tidak sering mencium kala kita makan malem, ia umumnya berangkat bekerja hingga saya tertidur lebih dahulu serta menyusul sebab ia telah mengantuk.

Aku suka santapan fresh, jadi bahan- bahannya pula wajib fresh, bila aku membelinya di supermarket tidak sesegar yang telah dipetik semenjak lama, jadi aku cuma menunggu toko sayur bila mau memasak. Aku tidak memiliki pelanggan dari toko sayur, namun sesuatu pagi aku memandang segelintir sayur- mayur berdiri di depan rumah aku, ia menghadap rumah aku, nyatanya ia lagi buang air kecil. Aku kaget memandang jalur tol, postingan panjang yang bagus, walaupun tidak. Palagi, jika saya ingin, gelas yang lezat. Bayangkan memekku basah.

Kerna gak mo mempermalukan sang tukang sayur, ku nunggu ia slesai berkemih baru kluar rumah. Tu ayah tampangnya kaya orang timteng, pantes kon tolnya gede panjang gitu, tetapi logat ngomongnya sunda pisan. Ku panggil ja mamang.“ Mang orang sunda ya, ataupun orang arab”.“ Ayah aku arab tetapi bunda sunda pisan neng, mengapa nanya gitu”.“ Gak apa, iseng ja nanya mang”. Saya beli sebagian sayur- mayur serta ia nawarain nanas jualannya. Kubilang saya males ngupasnya, trus ia jawab nti ia kupasin, hanya sehabis ia dagang nti ia balik lagi.

Wah peluang ni, pikirku. Kali2 dapat nikmati kon tol jumbonya, saya jadi ngeres kerna masih terbayang terus kon tolnya yang besar panjang dalam kondisi lemes gitu.“ Ya boleh deh mang, nanasnya saya ambil seluruh, tetapi bener ya nanti mamang balik lagi buat ngupasin nanasnya”.

Transaksi berakhir serta ia berangkat sedangkan saya masuk serta mulai mencerna sayur yang kubeli ditambah sebagian bahan laen dari lemari es, sehingga tersajilah sebagian lauk buat saya makan siang serta makan malem, nasi masi terdapat sisa kemaren sehingga lumayan diangetin aja.

Makan siang berakhir, ia blon dateng pula, saya ngantuk serta tertidur, sampe saya bangun rasanya gak ngedenger terdapat orang ngetok pintu pager. Saya mandi, kala ditengah kegiatan mencuci rambut terdengar terdapat bel berbunyi, wah nanggung ni, mencuci rambut lon beres ia dah tiba.

Ya dah ku balut tubuhku pake jas kamar serta membungkus rambutku dengan anduk, Saya gak pake apa2 dibawah jas kamar, ikat pinggang ku ikatkan asal aja sehingga bagian dada tersingkap jika ku bergerak. Saya keluar membukakan pintu pagar serta lekas kembali masuk rumah. Kuminta ia ngunci pintu pager serta kupersilah kan ia masuk langsung ke dapur tempat saya meletakkan nanas2 yang tadi kubeli.

Ku liat ia apik gak acak2an kaya waktu dagang tadi, rambutnya pula apik disisirnya, kayanya ia dah mandi dahulu seblon ke tempatku. Biat tukang sayur ia lumayan kerenlah selaku lelaki. Matanya membelalak meliat saya yang hanya terbungkus jas kamar yang mini banget. Dadaku tersingkap lumayan lebar kerna jalinan dipinggang longgar aja, sehingga belahan toketku terlihat. Supaya aja deh ia napsu ma saya, kali ja ia ingin garap saya sehabis beres kupas nanasnya. saya balik ke kemar mandi buat menuntaskan kegiatan keramasku. Saya jadi horny sendiri, sembari mandi saya menggosok2 toketku sampe pentilku membeku. saya ngilik itilku sendiri sampe saya nyampe.

Saya kaget sebab lumayan lama saya berswalayan, sampe kurang ingat sang tukang sayur gi motongin nanas. Lekas saya mengenakan daster tanpa daleman sama sekali serta keluar.“ Sori ya mang, lama ya, sekaligus nyuci sih”, kataku.“ Nyuci apaan neng, kan terdapat mesin mencuci”.“ nyuci yang gak dapat pake mesin mencuci. Dah beres ya mang ngupasnya”, kataku.“ Udah neng, tinggal dipotong kecil2 aja kalo mo dimakan.

Mo sekaligus dipotong2”.“ Gak harus deh mang, supaya nanti ku potong sendiri kalo mo dimakan”.“ Prempuan kan gak bole makan nanas banyak2 neng”.“ Mangnya mengapa mang”.“ Dapat becek”, jawabnya sembari nyengir.“ becek apanya mang”, tanyaku pura2 gak ngerti.“ Itunya neng, jadi gak seret lagi kan kalo becek”.“ apanya yang becek serta seret sang”, saya masi terus bersandiwara. Ia mandangi dadaku terus, emang sang dasternya tipis jadi pentilku membayang jelas di dasterku. saya cuma menggunakan daster mini, sehingga paha mulusku jadi tersingkap, matanya bergantian menelusuri dada serta pahaku.“ Ih mamang matanya jelalatan gitu”.“ Bisnya neng ngasi liat gitu sang”. Wah dah konak ni, itu yang kutunggu2, ku jadi nunggu aja ni apa aksi ia lebi lanjut.

Saya memasukkan nanas yang telah dikupas ke lemari es, setelah itu menarik tangannya buat duduk di kursi. Kala duduk dasterku naik keatas. Saya membiarkan kala tangannya diletakkan lama- lama didengkulku. Ia mulai mengelus2 pahaku. Kian lama elusannya kian keatas, dasterku disingkapnya sehingga pahaku terkespose seluruhnya.

Elusannya menuju ke selangkanganku, saya mengangkangkan pahaku secara otomatis. Kala jarinya mulai mengelus memek dari luar cdku, saya melenguh nikmat,“ maaang”.“ Napa neng”, katanya sembari mencium pipiku.“ Geli mang”. Elusannya jadi gerakan mencongkel, memekku basah dengan sendirinya serta nyerep ke cdku. itilku jadi sasaran selanjutnya.“ Neng dah basah ini, kalian dah napsu ya”, kembali ia mencium pipiku.“ Mamang bandel sih tangannya”, jawabku manja. Kesimpulannya ia menghadapkan badannya ke arahku. kurasakan bibirnya telah memegang leherku, terus menyusur ke pipiku. rayuanjanda.com

Badannya beralih merapat, bibirku dilumatnya dengan penuh napsu. Lagi kunikmati lidahnya yang menjelajahi di mulutku, kurasakan tangan besarnya membuka kancing daster ku serta setelah itu menyelusup kedalam serta meremas toketku. toketku tercakup sepenuhnya dalam tangannya. saya rasanya telah tidak kokoh menahan gejolak napsuku, sementara itu baru dini pemanasan. Bibirnya mulai meneruskan jelajahannya, sembari membebaskan dasterku, leherku dikecup, dijilat kadangkala digigitnya.

Saya mengangkut tanganku keatas buat memudahkan ia membebaskan dasterku. Sembari tangannya terus meremas- remas toketku. Bibirnya terus menelusur di permukaan kulitku. Serta mulai pentil kiriku tersentuh lidahnya serta dihisap. Terus pindah ke pentil kanan.

Kadang- kadang seakan segala toketku hendak dihisap. Serta tangan satunya mulai turun serta memainkan puserku, terasa geli tetapi nikmat, napsuku kian berkobar sebab elusan tangannya. Setelah itu tangannya turun lagi serta menjamah selangkanganku. memekku yang tentu telah basah sekali. Dibelainya celah memekku lagi dengan lama- lama. Sesekali jarinya kembali memegang itilku. Bergetar seluruh rasanya tubuhku, setelah itu CD ku yang telah basah itu dilepaskannya.

Saya mengangkut pantatku supaya ia dapat melepas pembungkus tubuhku yang terakhir. Jarinya mulai terencana memainkan itilku. Serta kesimpulannya jari besar itu masuk ke dalam memekku. Oh, nikmatnya, bibirnya terus bergantian menjilati pentil kiri serta kanan serta sesekali dihisap serta terus menjalar ke perutku. Serta kesimpulannya sampailah ke memekku. Kali ini diciumnya jembutkudan saya rasakan bibir memekku dibuka dengan 2 jari.

Serta kesimpulannya kembali memekku terbuat mainan oleh bibirnya, kadangkala bibirnya dihisap, kadangkala itilku, tetapi yang membuat saya tidak tahan merupakan dikala lidahnya masuk di antara kedua bibir memekku sembari menghirup itilku. Ia benar benar mahir memainkan memekku. Cuma dalam sebagian menit saya betul- betul tidak tahan.

Serta.. Saya mengejang serta dengan sekuatnya saya berteriak sembari mengangkut pantatku biar merapatkan itilku dengan mulutnya, kuremas- remas rambutnya. Ia terus mencumbu memekku, rasanya belum puas ia memainkan memekku sampai napsuku bangkit kembali dengan kilat.“ Mamang pinter banget ngerangsang saya. Umumnya sama siapa mang maennya. Saya telah pengen dientot.” kataku meminta sembari kubuka pahaku lebih lebar.

Ia tidak menanggapi, bangkit serta mengangkut badanku yang telah lemes serta dibawanya ke kamarku. Saya dibaringkan di ranjang serta ia mulai membuka bajunya, setelah itu celananya. Saya kaget memandang kon tolnya yang besar serta panjang nongol dari bagian atas CDnya. Setelah itu ia pula melepas CD nya.

Sedangkan itu saya dengan berdebar terbaring menunggu dengan terus menjadi berharap. kon tolnya yang besar serta panjang serta telah optimal ngacengnya, tegak nyaris melekat ke perut. Saya merinding apakah memuat kon tol segitu besarnya di memekku. Serta dikala ia pelan- pelan menindihku, saya membuka pahaku kian lebar, rasanya tidak tabah memekku menunggu masuknya kon tol extra gede itu. Saya pejamkan mata.

Ia mulai mendekapku sembari terus mencium bibirku, kurasakan bibir memekku mulai tersentuh ujung kon tolnya. Sebentar diusap- usapkan serta pelan sekali mulai kurasakan bibir memekku terdesak menyamping. Terdesak kepala kon tolnya yang besar itu. Ohh, benar benar kurasakan penuh serta sesak liang memekku dimasuki kon tolnya. Saya menahan napas. Serta nikmat luar biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk kon tolnya. Saya mendesah tertahan sebab rasa yang luar biasa nikmatnya. Terus.. Terus.. Kesimpulannya ujung kon tol itu memegang bagian dalam memekku. Terasa sangat mengganjal sekali rasanya, besar, keras serta panjang. Ia terus menciumi bibir serta leherku.

Serta tangannya tidak henti- henti meremas- remas toketku. Tetapi konsentrasi kenikmatanku senantiasa pada kon tol besar yang mulai dienjotkan halus serta pelan. Saya benar benar kilat terbawa ke puncak nikmat yang belum sempat kualami. Nafasku kilat sekali memburu, terengah- engah. Saya benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan kon tol besar itu. Hingga cuma dalam waktu yang pendek saya kian tidak tahan. Serta ia ketahui kalau saya terus menjadi hanyut. Hingga kian gencar ia melumat bibirku, leherku serta remasan tangannya di toketku kian kokoh.

Dengan tusukan kon tolnya yang agak kokoh serta dipepetnya itilku dengan menggoyang goyangnya, saya menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat- kuat sekenanya. memekku mengencang, berdenyut serta mencengkeram kuat- kuat, betul- betul puncak kenikmatan yang luar biasa. Saya tidak ingat apa- apa lagi kecuali kenikmatan serta kenikmatan.“ Maang, saya nyampe maang”, Saya sendiri kaget atas teriakkan kuatku. Sehabis berakhir, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas.

Sehabis 2 kali saya nyampe dalam waktu relatif pendek, tetapi terasa aman sekali, Ia membelai rambutku yang basah keringat. Kubuka mataku, Ia tersenyum serta menciumku penuh napsu, tidak henti hentinya toketku diremas- remas pelan. Datang datang, serbuan kilat bibirnya melumat bibirku kokoh serta diteruskan ke leher dan tangannya meremas- remas toketku lebih kokoh.

Napsuku naik lagi dengan kilat, dikala kembali ia mengenjotkan kon tolnya terus menjadi kilat. Uhh, sekali lagi saya nyampe, yang cuma selang sebagian menit, serta kembali saya berteriak lebih keras lagi. Ia terus mengenjotkan kon tolnya serta kali ini ia turut menggelepar, mukanya menengadah. Satu tangannya mencengkeram lenganku serta satunya memencet toketku. Saya kian meronta- ronta tidak karuan. Puncak kenikmatan diiringi semburan peju yang kokoh di dalam memekku, menyembur kesekian kali.

Oh, terasa banyak sekali peju kental serta hangat menyembur serta penuhi memekku, hangat sekali serta terasa sekali peju yang keluar seakan menyembur semacam air yang memancar kokoh. Sehabis berakhir, ia memiringkan badannya serta tangannya senantiasa meremas lembut toketku sembari mencium wajahku.“ Neng luar biasa, memeknya peret serta nikmat sekali. Gak apa kan saya ngecret didalem”, pujinya sembari membelai dadaku.“ Gak apa kok mang, lebih nikmat lagi kesemprot peju anget. Mamang pula hebat. Dapat membuat saya nyampe sebagian kali, serta baru kali ini akubisa nyampe serta merasakan kon tol raksasa. Hihi..”“ Jadi neng suka dengan kon tolku?” godanya sembari menggerakkan kon tolnya serta membelai belai wajahku.“ Ya mang, kon tol mamang nikmat, besar, panjang serta keras banget” jawabku jujur. Ia memanglah sangat pandai memperlakukan perempuan. Ia tidak langsung mencabut kontolnya, tetapi malah mengajak mengobrol sambil kon tolnya kian mengecil.

Serta tidak henti- hentinya ia menciumku, membelai rambutku serta sangat suka membelai toketku. Saya merasakan pejunya yang bercampur dengan cairan memekku mengalir keluar. Sehabis lumayan mengobrol serta silih membelai, pelan- pelan kon tol yang sudah menghantarkan saya ke awang awang itu dicabut sembari ia menciumku. Tidak lama setelah itu tertidurlah saya dalam pelukannya, merasa aman serta betul- betul saya terpuaskan serta merasakan apa yang sepanjang ini cuma kubayangkan saja.

Saya bangun masih dalam pelukannya. Katanya saya tidur nyenyak sekali, sembari membelai rambutku. Hari dah menjelang sore. Kurang lebih separuh jam kami tiduran berdampingan. Dia kemudian mengajakku mandi. Dibimbingnya saya ke kamar mandi, dikala berjalan rasanya masih terdapat yang mengganjal memekku serta nyatanya masih terdapat peju yang mengalir di pahaku, bisa jadi saking banyaknya ia mengecretkan pejunya di dalam memekku. Dalam bathtub yang berisi air hangat, saya duduk di atas pahanya. Ia mengusap- usap menyabuni punggungku, serta akupun menyabuni punggungnya. Ia memelukku sangat erat sampai dadanya memencet toketku.

Sesekali saya menggeliatkan badanku sehingga pentilku bergesekan dengan dadanya yang berbulu serta dipadati busa sabun. Pentilku terus menjadi membeku. Pangkal pahaku yang terendam air hangat tersenggol2 kontolnya. Perihal itu menimbulkan napsuku mulai berkobar kembali. Saya di tariknya sehingga melekat lebih erat ke badannya. Ia menyabuni punggungku. Sembari mengusap- usapkan busa sabun, tangannya terus menyusur sampai tenggelam ke dalam air. Ia mengusap- usap pantatku serta diremasnya. kon tolnya juga mulai ngaceng kala memegang memekku. Terasa bibir luar memekku bergesekan dengan kon tolnya. Dengan usapan lembut, tapak tangannya terus menyusuri pantatku. Ia mengusap sebagian kali sampai ujung jarinya memegang lipatan daging antara lubang pantat serta memekku.“ mamang bandel!” desahku sembari menggeliat mengangkut pinggulku.

Walaupun tengkukku basah, saya merasa bulu roma di tengkukku meremang akibat nikmat serta geli yang mengalir dari memekku. Saya menggeliatkan pinggulku. Dia mengecup leherku kesekian kali sembari memegang bagian dasar bibir memekku. Tidak lama setelah itu, tangannya terus menjadi jauh menyusur sampai kesimpulannya kurasakan lipatan bibir luar memekku diusap- usap. Ia kesekian kali mengecup leherku. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit dengan gemas.” Aarrgghh.. Sstt. Sstt..” rintihku kesekian kali. Kemudian saya bangkit dari pangkuannya. Saya tidak mau nyampe cuma sebab jari yang terasa kesat di memekku.

Tetapi kala berdiri, kedua lututku terasa goyah. Dengan kilat ia juga bangkit berdiri serta lekas membalikkan tubuhku. Ia tidak mau saya terjatuh. Ia menyangga punggungku dengan dadanya. Kemudian diusapkannya kembali cairan sabun ke perutku. Ia menggerakkan tangannya keatas, meremas dengan lembut kedua toketku serta pentil ku dijepit2 dengan jempol serta telunjuknya. Pentil kiri serta kanan diremas bertepatan.

Kemudian ia mengusap terus menjadi ke atas serta menyudahi di leherku.“ Mang, lama amat menyabuninya” rintihku sembari menggeliatkan pinggulku. Saya merasakan kon tolnya terus menjadi keras serta besar. Perihal itu bisa kurasakan sebab kon tolnya kian dalam terselip di pantatku. Tangan kiriku lekas meluncur ke dasar, kemudian meremas biji pelernya dengan gemas. Ia menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal pahaku.

Sesaat ia mengusap usap jembutku, kemudian mengusap memekku kesekian kali. Jari tengahnya terselip di antara kedua bibir luar memekku. Ia mengusap kesekian kali. itilku juga jadi sasaran usapannya.“ Aarrgghh..!” rintihku kala merasakan kon tolnya kian kokoh memencet pantatku. Saya merasa lendir membanjiri memekku. Saya jongkok supaya memekku terendam ke dalam air. Kubersihkan celah diantara bibir memekku dengan mengusapkan 2 jariku. rayuanjanda.com

Kala menengadah kulihat kon tolnya sudah terletak persis didepanku. kon tolnya sudah ngaceng berat.“ Mang, kokoh banget sih, baru aja ngecret di memekku saat ini telah ngaceng lagi”, kataku sembari meremas kon tolnya, kemudian kuarahkan ke mulutku. Kukecup ujung kepala kon tolnya. Badannya bergetar menahan nikmat kala saya menjilati kepala kon tolnya. Ia mencapai bahuku sebab tidak mampu lagi menahan napsunya.

Sehabis berdiri, kaki kiriku dinaikan serta letakkan di pinggir bath tub. Saya dibuatnya menungging sembari memegang bilik di depanku serta ia menyelipkan kepala kon tolnya ke celah di antara bibir memekku.” Argh, aarrgghh..,!” rintihku. Ia menarik kon tolnya lambat- laun, setelah itu mendorongnya kembali lambat- laun pula. Bibir luar memekku turut terdorong bersama kon tolnya. Lambat- laun menarik kembali kon tolnya sembari mengatakan“ Lezat neng?”.” Enaak banget mang”, jawabku!” Ia mengenjotkan kon tolnya dengan kilat sembari meremas bongkah pantat ku serta tangan satunya meremas toketku.“ Aarrgghh..!” rintihku kala kurasakan kon tolnya kembali menghunjam memekku. Saya terpaksa berjinjit sebab kon tol itu terasa seakan membelah memekku sebab besarnya. Terasa memekku sesek kemasukan kon tol besar serta panjang itu.

Kedua tangannya dengan erat memegang pinggulku serta ia mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan kilat serta keras. Terdengar‘ cepak- cepak’ tiap kali pangkal pahanya berbenturan dengan pantatku.“ Aarrgghh.., aarrgghh..! Mang.., saya nyampe..!” Saya lemas kala nyampe lagi buat berulang kalinya.

Warnanya ia pula tidak bisa menahan pejunya lebih lama lagi.“ Aarrgghh.., neng”, kata nya sembari menghunjamkan kon tolnya sedalam- dalamnya.“ Mang.., sstt, sstt..” kataku sebab berulangkali kala merasa tembakan pejunya dimemekku.“ Aarrgghh.., neng, enaknya!” bisiknya ditelingaku.“ Mang.., sstt.., sstt..! Nikmat sekali ya dien tot mamamng”, jawabku sebab nikmatnya nyampe. Ia masih mencengkeram pantatku sedangkan kon tolnya masih nancep dimemekku. Sebagian dikala kami diam di tempat dengan kon tolnya yang masih menancap di memekku. Setelah itu ia membimbingku ke shower, menyalakan air hangat serta kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat.

Sehabis berakhir saya keluar duluan, lagi ia masih menikmati shower. Berakhir dengan rambut yang masih basah serta masih bertelanjang bundar, saya keluar dari kamar mandi. Hari dah mulai hitam. Saya mempersiapkan makan malem sembari tetep bertelanjang bundar. Masakanku tadi siang kuangetin lagi, demikian pula nasinya. Diapun keluar kamar bertelanjang bundar pula, kayaknya ia masih ingin sekali lagi. Kami nyantap santapan sembari ngobrolin kenikmatan yang baru kami nikmati.“ Mamang pengalaman sekali ngegarap tubuhku, sampe saya klojotan berkali2, umumnya garap siapa mang?.“ Iya neng, umumnya saya suka maen ma pembantu2 aja yang pengen kugarap, baru sekali ini maen ma yang memiliki rumah. jau lebi nikmat lah ma neng, neng mana menawan, putih, lembut lagi”. rayuanjanda.com

Sehabis makan, saya ngajak duduk di kursi. ia memintaku duduk di pangkuannya. Saya bagi saja. Sembari mengobrol, saya dimanja dengan belaiannya. Diraihnya daguku, serta diciumnya bibirku dengan hangatnya, saya mengimbangi ciumannya. Serta berikutnya kurasakan tangannya mulai meremas gemes toketku, setelah itu tangannya menelusuri antara dada serta pahaku. Nikmat sekali rasanya, tetapi saya sadar kalau suatu yang saya duduki terasa mulai agak membeku. Ohh, langsung saya bangkit.

Saya bersimpuh di depannya serta nyatanya kon tolnya telah mulai ngaceng, walaupun masih belum begitu membeku. Kepala kon tolnya ku raih, ku belai serta saat sebelum penuh ngacengnya langsung saya kulum kon tolnya. Tetapi cuma dapat sesaat, karena dengan cepatnya kon tolnya kian membesar serta ia mulai menggeliat serta berdesis menahan kenikmatan game lidahku serta membuat mulutku terus menjadi penuh.“ Mamang hebat ya telah ngaceng lagi, kita lanjut ayo mang”, kataku yang pula telah terangsang. Warnanya ia kian tidak tahan menerima rangsangan lidahku. Hingga saya ditarik serta diajak ke kamar.

Saya tiduran diranjang yang masih berhamburan sisa pertempuran seru tadi. Kakiku ditahannya sembari tersenyum, diteruskan dengan membuka kakiku serta ia langsung menelungkup di antara pahaku.“ Saya suka memandang memek neng” ucapnya sembari membelai bulu jembutku. Saya merasakan ia terus membelai jembutku serta bibir memekku. Kadang- kadang dicubit pelan, ditarik- tarik semacam mainan. Saya suka memekku dimainkan berlama- lama, saya terkadang melirik apa yang dikerjakannya. Seterusnya dengan 2 jarinya membuka bibir memekku, saya kian terangsang serta saya merasakan kian banyak keluar cairan dari memekku. Ia terus memainkan memekku seakan tidak puas- puas mencermati memekku, kadangkala kadangkala dijamah sedikit itilku, membuat saya penasaran. Tidak sadar pinggulku mulai menggeliat, menahan rasa penasaran. Hingga dikala saya mengangkut pinggulku, langsung disambut dengan bibirnya. Terasa ia menghirup lubang memekku yang telah penuh cairan. Lidahnya turut menari kesana kemari menjelajahi segala lekuk memekku, serta dikala dihisapnya it ilku dengan ujung lidahnya, kilat sekali menggelitik ujung itilku, benar benar saya tersentak. Kaget kenikmatan, membuat saya tidak sadar berteriak..“ Aauuhh!!”. Benar benar hebat ia merangsangku, serta saya telah tidak tahan lagi.“ Mari dong mang, saya pingin dientot lagi” ujarku.

Ia langsung menempatkan badannya kian ke atas serta memusatkan kon tol gedenya ke arah memekku. Saya masih pernah melirik dikala ia memegang kon tolnya buat ditunjukan serta diselipkan di antara bibir memekku. Kembali saya berdebar sebab berharap. Serta dikala kepala kon tolnya sudah memegang di antara bibir memekku, saya menahan napas buat menikmatinya. Serta dilepasnya dari pegangan dikala kepala kon tolnya mulai menyelinap di antara bibir memekku serta menyelusup lubang memekku sampai saya berdebar nikmat. Pelan- pelan ditekannya serta ia mulai mencium bibirku lembut. Kali ini saya lebih bisa menikmatinya. Kian ke dalam.. Oh, nikmat sekali. kon tolnya terus menjadi masuk. Belum seluruhnya masuk, Ia menarik kembali seakan hendak dicabut sampai tidak sadar pinggulku naik mencegahnya supaya tidak lepas.

Sebagian kali dikerjakannya hingga kesimpulannya saya penasaran serta berteriak- teriak sendiri. Sehabis ia puas menggodaku, datang datang dengan hentakan agak keras, dipercepat gerakan mengenjotnya sampai saya kewalahan. Serta dengan hentakan keras dan digoyang goyangkan, tangan satunya meremas toketku, bibirnya dahsyat menciumi leherku. Kesimpulannya saya mengelepar- gelepar. Serta sampailah saya kepuncak. GAME ONLINE TERBAIK 

Tidak tahan saya berteriak, terus Ia menyerangku dengan dahsyatnya, rasanya tidak habis- habisnya saya melewati puncak kenikmatan. Lama sekali. Tidak kokoh saya meneruskannya. Saya meminta, tidak kokoh menerima rangsangan lagi, benar benar terkuras tenagaku dengan orgasme berkelanjutan. Kesimpulannya ia pelan- pelan mengakhiri serbuan dahsyatnya. Saya terkulai lemas sekali, keringatku bercucuran. Nyaris pingsan saya menerima kenikmatan yang berkelanjutan. Betul- betul saya tidak menyesal ngen tot dengan ia, ia memanglah betul- betul hebat serta mahir dalam ngen tot, ia bisa mencerna tubuhku mengarah kenikmatan yang tiada tara.

Lamunanku lepas dikala pahanya mulai kembali menjepit kedua pahaku serta dirapatkan, badannya menindihku dan leherku kembali dicumbu. Kupeluk badannya yang besar serta tangannya kembali meremas toketku. Pelan- pelan mulai dienjotkan kon tolnya. Kali ini saya mau lebih menikmati segala rangsangan yang terjalin di segala bagian tubuhku. Tangannya terus menelusuri permukaan tubuhku. Dadanya memicu dadaku tiap kali bergeseran menimpa pentilku. Serta kon tolnya dipompakan dengan penuh napsu, bibirnya menjelajahi leher serta bibirku. Ohh, luar biasa. Lama kelamaan tubuhku yang semula lemas, mulai dibakar lagi. Saya berupaya menggeliat, tetapi tubuhku dipeluk lumayan kokoh, cuma tanganku yang mulai mencapai apa saja yang kudapat.

Ia kian tingkatkan cumbuannya serta memompakan kon tolnya kian kilat. Gesekan di bilik memekku kian terasa. Serta kenikmatan kian memuncak. Hingga kali ini leherku digigitnya agak kokoh serta dimasukkan segala batang kon tolnya dan digoyang- goyang buat tingkatkan rangsangan di itilku. Hingga jebol lah bendungan, saya menggapai puncak kembali. datang datang ia dengan kilat mengenjot lagi. Kembali saya berteriak sekuatku menikmati ledakan orgasme yang lebih kokoh, saya meronta sekenaku. Edan, batinku, ia betul- betul membuat saya kewalahan. Kugigit pundaknya dikala saya dihujani dengan kenikmatan yang bertingkat- tingkat.

Sesaat ia merendahkan gerakannya, tetapi dikala itu dibaliknya tubuhku sampai saya di atas badannya. Saya terkulai di atas badannya. Dengan sisa tenagaku saya keluarkan kon tolnya dari memekku. Serta kuraih batang kon tolnya. Tanpa pikir panjang, kon tol yang masih berlumuran cairan memekku sendiri kukulum serta kukocok. Serta pinggulku diraihnya sampai kesimpulannya saya telungkup di atasnya lagi dengan posisi terbalik. Kembali memekku yang berlumuran cairan jadi mainannya, saya kian bergairah mengulum serta menghirup sebagian kon tolnya.

Dipeluknya pinggulku sampai sekali lagi saya orgasme. Dihisapnya it ilku sembari ujung lidahnya menari kilat sekali. Tubuhku mengejang serta kujepit kepalanya dengan kedua pahaku serta kurapatkan pinggulku supaya bibir memekku merapat ke bibirnya. Mau saya berteriak tetapi tidak dapat sebab mulutku penuh, serta tanpa sadar saya menggigit agak kokoh kon tolnya serta kucengkeram kokoh dengan tanganku dikala saya masih menikmati orgasme.

 

BACA JUGA : Cerita Sex Bercinta Dengan Tante Dewi

“ Neng, saya ingin ngecret di dalam memek neng ya”, katanya sembari menelentangkan saya.“ Ya, mang”, jawabku. Ia menaiki saya serta dengan satu hentakan keras, kon tolnya yang besar telah kembali menyesaki memekku. Ia langsung mengenjot kon tolnya keluar masuk dengan kilat serta keras. Dalam sebagian enjotan saja tubuhnyapun mengejang. Pantat kuhentakkan ke atas dengan kokoh sehingga kon tolnya nancap seluruhnya ke dalam memekku serta kesimpulannya crot.. crot.. crot, pejunya muncrat dalam sebagian kali semburan kokoh.

Herannya, ngecretnya yang ketiga masih saja pejunya keluar banyak, memanglah luar biasa staminanya. Ia menelungkup diatasku sembari memelukku erat2.“ Neng, nikmat sekali ngen tot sama neng, memek neng kokoh sekali cengkeramannya ke kon tolku”, bisiknya di telingaku.“ Ya mang, saya pula nikmat sekali, pasti saja cengkeraman memekku terasa kokoh sebab kon tol mamang kan gede banget. Rasanya sesek deh memekku jika mamang neken kon tolnya masuk seluruh”.“ Sayangnya saya kudu balikl neng, kudu nyiapin dagangan sayur buat esok lagi. Suaminya blon kembali ya neng”.“ Ah ia kalo dah kerja ya kurang ingat ma saya mang. Jika terdapat peluang, saya dientot lagi ya mang”, jawabku.,,,,,,,,,,,,,,,,