Cerita Sex Menikmati Vagina Yang Tembem
Cerita Sex Menikmati Vagina Yang Tembem. Pagi itu, cahaya matahari belum sanggup mengusir embun putih yang menyelimuti suatu villa elegan di kawasan Puncak Pass. Sebagian gerombol embun masih nampak melayang- layang tertiup angin. Pucuk- pucuk pinus masih bercorak putih tertutupi embun pagi. Rumput di taman villa masih basah.
Di dalam bathtub yang berisi air hangat, Doni
serta Silvia
duduk berendam sembari berpelukan mesra. Wanita itu duduk di atas paha Doni. Telapak tangannya mengusap- usap menyabuni punggung guru matematikanya itu, serta dia juga merasakan tangan lelaki itu menyabuni punggungnya
Dekapan mereka sangat erat sampai dada mereka silih memencet satu sama lain. Sesekali Silvia
menahan napas kala menggeliatkan tubuhnya. Dadanya yang menggeliat menimbulkan puting buah dadanya mengalirkan birahi ke sekujur badannya. Puting itu terus menjadi membeku sehabis sebagian kali bergesekan dengan dada Doni
yang licin dipadati buih- buih sabun.
Pangkal pahanya yang terendam air hangat terasa membakar birahi kala batang kemaluan lelaki itu memegang Miss V kecil nya. Silvia
menggerak- gerakkan telapak tangannya dari punggung sampai ke leher Doni. Sembari menyabuni, ditariknya tengkuk lelaki itu.
“ Silvia
sangat menyayangi Doni,” bisiknya.
mengusap- usap bahu wanita itu dengan busa sabun yang berlimpah. Busa serta buih- buih berupa bola- bola kecil meleleh ke bagian atas dada serta punggung Silvia. Kemudian ditatapnya wajah yang menawan itu. Wajah yang nampak terus menjadi menarik sebab buih- buih sabun penuhi lehernya yang jenjang. Disibaknya rambut wanita itu ke balik. Busa serta bola- bola kecil turut melekat di rambut wanita itu, setelah itu bola- bola itu meletus. Mempesona. Sangat menawan serta memesona, bisik hati Doni.
Mungkinkah saya jatuh cinta buat yang kedua kalinya?, tanya Doni
dalam hati. Jatuh cinta terhadap seseorang murid yang masih belia serta bandel? Kenapa? Kenapa..? Apakah sebab sensasi serta kemanjaan yang diciptakannya? Ah.., gumam Doni
sembari menarik napas panjang. rayuanjanda.com
Kemudian dikecupnya anak rambut di kening wanita itu. Dia tidak sanggup memikirkan pertanyaan- pertanyaan yang berkecamuk di benaknya. Tingkah laku Silvia
yang lembut serta kadang- kadang liar sudah melumpuhkan nalarnya. Dia tidak sanggup berpikir kala luapan birahi membakar badannya.
pula sangat menyayangi Silvia. Lebih dahulu tidak sempat Doni
rasakan nikmatnya dibakar birahi semacam dikala ini..” ucap Doni.
Bola mata mereka silih memandang seakan mau menjenguk isi hati tiap- tiap. Kemudian Doni
menarik badan wanita itu supaya lebih erat melekat ke badannya. Disabuninya punggung wanita itu dengan kedua telapak tangannya. Sembari mengusap- usapkan busa sabun, telapak tangannya terus menyusur sampai tenggelam ke dalam air. Diusap- usapnya bongkah pantat wanita itu.
Sejenak, dia menahan napas kala meremas bongkah pantat yang masih kenyal itu. Sebab wanita itu duduk di atas pahanya, bongkah pantat itu terasa lebih kenyal daripada umumnya. Batang kemaluan Doni
terus menjadi keras kala bersentuhan dengan Miss V kecil wanita itu.
Dia bisa merasakan kelembutan bibir luar Miss V wanita itu kala bergesekan dengan bagian dasar batang kemaluannya. Serta dengan usapan lembut, telapak tangannya terus menyusuri lipatan bongkah pantat yang kenyal itu. Dia bisa merasakan lubang dubur Silvia
di jari tengahnya. Diusap- usapnya sebagian kali sampai ujung jarinya merasakan kehalusan lipatan daging antara dubur serta Miss V.
“ Doni o.., Doni
bandel!” desah Silvia
sembari menggeliat mengangkut pinggulnya.
Walaupun tengkuknya basah, Silvia
merasa bulu roma di tengkuknya meremang akibat nikmat serta geli yang mengalir dari vaginanya. Dia menggeliatkan pinggulnya. Geliat itu menimbulkan telapak tangan Doni
terus menjadi leluasa mengusap- usap. Membelai. Dia mengecup leher Doni
kesekian kali kala merasakan ujung jari Doni
memegang bagian dasar bibir vaginanya. rayuanjanda.com
Tidak lama setelah itu, telapak tangan itu terus menjadi jauh menyusur sampai kesimpulannya dia merasakan lipatan bibir luar vaginanya diusap- usap. Silvia
kesekian kali mengecup leher Doni. Kecupan panas serta liar selaku ungkapan luapan birahi yang mendera badannya. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit dengan gemas. Dia bisa merasakan lendir birahi yang terus menjadi banyak bermuara di vaginanya.
Sebab vaginanya terendam dalam air, usapan- usapan di bilik serta bibir dalam vaginanya terasa jadi kesat. Tiap kali mengusap, lendir di vaginanya langsung larut ke dalam air. Ujung jari itu jadi terasa lebih agresif daripada umumnya. okewla.com
Membakar birahi buat mengalirkan kandungan kenikmatan yang lebih besar daripada umumnya. Kenikmatannya nyaris setara dengan liarnya lidah Doni
yang menari- nari di antara lipatan bibir vaginanya kala mencumbu vaginanya di balkon villa. Dia terpaksa menahan napas buat mengatur kenikmatan yang dia rasakan di sekujur badannya.
“ Aarrgghh.. Sstt.. Sstt..” rintihnya kesekian kali.
Kemudian dia bangkit dari pangkuan lelaki itu. Dia tidak mau menggapai orgasme cuma sebab usapan- usapan jari yang terasa kesat di lubang Miss V kecil nya. Tetapi kala berdiri, kedua lututnya terasa goyah. Rasa nikmat di vaginanya sudah membuat dirinya seakan lagi melayang- layang. Lututnya seakan kehabisan sendi.
Dengan kilat Doni
juga bangkit berdiri. Tangannya lekas membalikkan badan wanita itu. Dia tidak mau wanita belia yang dicintainya itu terjatuh. Disangganya punggung wanita itu dengan dadanya. Kemudian dituangnya kembali cairan sabun ke telapak tangannya.
Serta diusap- usapkannya cairan sabun itu di perut wanita belia itu. Kala menggerakkan telapak tangannya ke arah atas, busa sabun terdorong serta menggumpal di antara jari jempol serta telunjuknya. Serta kala buih- buih itu terbentur pada lekukan dasar buah dada wanita itu, dia meremasnya dengan lembut.
Kedua buah dada yang kenyal itu terasa licin serta sangat halus. Telapak tangannya terus bergerak ke atas. Dia terencana membuka jari jempol serta telunjuknya supaya puting buah dada yang masih kecil itu terjepit di jarinya. Sejenak, puting yang terjepit itu diremas- remasnya dengan lembut. Puting kiri serta kanan diremasnya bertepatan. Dilepas. Diremas kembali. Kemudian telapak tangannya mengusap terus menjadi ke atas serta menyudahi di leher jenjang wanita belia itu.
“ Doni, aargh.., lama amat menyabuninya, aarrgghh..” rintih Silvia
sembari menggeliatkan pinggulnya.
Dia merasakan batang kemaluan Doni
terus menjadi keras serta besar. Perihal itu bisa dia rasakan sebab batang kemaluan itu terus menjadi dalam terselip di antara lipatan bongkah pantatnya. Kemudian dia mendongakkan kepala sembari menoleh ke balik.
Diangkatnya tangan kanannya buat menarik leher lelaki itu, kemudian diciumnya dengan mesra. Lidahnya menjulur serta bergerak- gerak liar buat memilin- milin lidah Doni. Tangannya kirinya meluncur ke dasar, kemudian meremas biji kemaluan lelaki itu dengan gemas.
menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal paha Silvia. Sesaat dia mengusap- usap bulu- bulu ikal di bagian atas Miss V wanita itu. Menikmati bulu- bulu yang masih pendek serta halus itu di ujung jari- jarinya. Kemudian telapak tangannya meluncur ke dasar. Diusapnya Miss V kecil itu kesekian kali. Miss V yang baru kira- kira 7 jam yang kemudian selaput perawannya dipasrahkan buat dilewati oleh cendawan batang kemaluannya.
Jari tengahnya terselip di antara kedua bibir luar Miss V itu. Diusapnya kesekian kali. Telapak tangannya yang dipadati buih- buih sabun membuat bibir Miss V serta pangkal paha itu jadi sangat licin. Klitoris itu seakan bergerak menggeliat- geliat kala dia mengusapkan telapak tangannya. Klitoris yang terus menjadi keras serta licin sebab lendir serta buih- buih sabun.
“ Aarrgghh..!” rintih Silvia
kala merasakan batang kemaluan lelaki itu terus menjadi kokoh memencet lipatan bongkah pantatnya.
Dia merasakan lendir birahinya membanjiri vaginanya. Lendir itu tentu bercampur dengan busa sabun, pikirnya. Kemudian dia berjongkok supaya vaginanya terendam ke dalam air. Dibersihkannya celah di antara bibir vaginanya dengan metode mengusap- usapkan 2 buah jarinya.
Kala menengadah, dia memandang batang kemaluan Doni
sudah terletak persis di hadapannya. Batang kemaluan itu sudah membesar serta nampak mengangguk- angguk. Terdapat setetes lendir menghiasi ujung batang kemaluan itu. Persis di bagian tengah cendawan yang bercorak kecokelat- cokelatan itu. Indah sekali, gumamnya. Kemudian ditatapnya warna kemerah- merahan di lekukan antara cendawan serta batang kemaluan itu. Bola matanya berbinar- binar mengamati lekukan yang indah itu.
Sehabis puas mengamati, diremasnya batang kemaluan itu dengan lembut. Kemudian ditunjukan ke mulutnya. Dikecupnya bagian ujung cendawan itu. Terdengar bunyi‘ cep’ kala dia membebaskan kecupannya. Setetes lendir yang menghiasi ujung cendawan itu berpindah ke bagian dalam celah kedua bibirnya. Sejenak, matanya nampak separuh terpejam kala ujung lidah serta kedua bibirnya mencicipi lendir itu.
Badan Doni
bergetar menahan nikmat kala dia memandang lidah serta bibir Silvia
bergerak- gerak mencicipi lendirnya. Dicicipinya dengan penuh perasaan! Erotis sekali! Batang kemaluannya jadi terus menjadi keras. Berdiri tegak! Dia mencapai bahu wanita itu sebab tidak mampu lagi mengatur tekanan darah yang penuhi urat- urat di batang kemaluannya.
Sehabis berdiri, Silvia
merasakan telapak tangan Doni
mengangkut paha kirinya. Sembari mencium bibirnya, telapak tangan itu senantiasa menahan bagian balik pahanya sampai kesimpulannya dia terpaksa melilitkan kakinya di pinggang lelaki itu. Dia masih berupaya mengendalikan penyeimbang badannya kala Doni
menyelipkan cendawan kemaluannya ke celah di antara bibir Miss V kecil nya. Sebab badannya masih belum balance, cendawan itu terlepas kembali.
BACA JUGA : Cerita Sex Menikmati Tubuh Angle yang Mulus
agak menekuk kedua lututnya kala berupaya menyelipkan kembali cendawan kemaluannya. Dia telah sangat mau merasakan kembali Miss V yang kecil itu meremas batang kemaluannya. Nafasnya mendengus- dengus tidak tertib. Dengan terburu- buru, dia mendesak pinggulnya.
“ Argh, aarrgghh.., Doni!” rintih Silvia.
“ Masih sakit?” tanya Doni.
“ Sakit dikit..” jawab Silvia.
menarik batang kemaluannya lambat- laun, setelah itu mendorongnya kembali lambat- laun pula. Sembari mendesak, dia memandang Miss V kecil wanita itu. Pemikirannya nanar seakan terdapat kabut yang menutupi bola matanya kala dia memandang bibir luar Miss V wanita itu turut terdorong bersama batang kemaluannya. Dia masih memandang terpesona kala lambat- laun menarik kembali batang kemaluannya. Bibir luar Miss V itu merekah serta seakan terencana memperlihatkan lipatan celah Miss V yang bercorak pink!
“ Masih sakit, Sayang?”
“ Hmm!”
“ Sakit?”
“ Enaak.., Doni!”
tersenyum. Dilumatnya bibir wanita itu sembari menghentakkan pinggulnya. Dengan kilat, batang kemaluannya menghunjam. Dia menghentikan hentakan pinggulnya serta berdiri kejang sehabis merasakan mulut rahim wanita itu tersentuh oleh ujung cendawannya.
Kemudian ditatapnya raut wajah murid yang dicintainya itu sekalian dikaguminya! Tidak hanya menawan serta serta seksi, muridnya itu juga tidak sempat bertanya ataupun membantah kala dia menghunjamkan kemaluannya sembari berdiri. Murid yang patuh sekalian memiliki ide- ide liar yang sensasional dalam bercinta.
Bisa jadi muridku ini memanglah dikaruniai bakat bercinta, kata Doni
dalam hati. Bakat buat menaklukkan lelaki! Alangkah beruntungnya saya jadi gurunya! Lambat- laun Doni
menarik batang kemaluannya. Sebelah tangannya meremas bongkah pantat wanita itu serta yang sebelah lagi meremas dada.
“ Aarrgghh..!” rintih Silvia
kala merasakan batang kemaluan Doni
kembali menghunjam vaginanya.
Dia terpaksa berjinjit sebab batang kemaluan itu terasa seakan membelah vaginanya. Kedua tangannya dengan erat merangkul leher Doni. Dia mau menggantung di leher lelaki itu. Lututnya terasa lemas menahan kenikmatan yang menjalari sekujur badannya. Panasnya birahi membuat pori- pori di sekujur badannya jadi terbuka. Butir- butir keringat mulai merembes dari pori- porinya, bercampur dengan busa sabun yang masih tersisa di sebagian bagian badannya.
Terus menjadi kerap ujung cendawan kemaluan lelaki itu memegang mulut rahimnya, terus menjadi banyak pula keringat merembes di sekujur badannya. Sampai kesimpulannya keringat itu nampak mengkristal di kulitnya! Napas Silvia
sebagian kali terhenti kala Doni
menarik serta menghunjamkan batang kemaluannya.
Menarik serta menghunjam dengan kilat sampai terdengar‘ cepak- cepak’ yang merdu tiap kali pangkal pahanya berbenturan dengan pangkal paha Doni. Serta tiap kali mendengar suara‘ cepak’ itu, darahnya seakan terasa berdesir sampai ke ubun- ubun.
“ Aarrgghh.., aarrgghh.., Doni o!”
“ Doni o.., Silvia
pipiis..!”
Rintihan itu membuat Doni
terus menjadi kilat menghentak- hentakkan pinggulnya. Keringat bercucuran dari dahinya. Dia berupaya menahan napas buat mengatur tekanan air sperma yang mau menyemprot dari lubang batang kemaluannya.
Tetapi orgasme wanita belia yang sangat dicintainya itu nyatanya membuat dia tidak sanggup lagi menahan tekanan air sperma yang mengalir dari biji kemaluannya. Miss V kecil itu berdenyut- denyut meremas batang kemaluannya. Menghirup air sperma yang masih tertahan di batang kemaluannya. Membuat dia tidak berdaya buat mengatur desakan air sperma yang menyemprot dari lubang batang kemaluannya.
“ Aarrgghh..! Aarrgghh..! Silvia, aarrgghh..!” raung Doni
sembari menghujamkan batang kemaluannya sedalam- dalamnya.
“ Doni o.., sstt, sstt..” desis Silvia
berulangkali kala merasakan air sperma lelaki yang sangat dicintainya itu‘ menembak’ mulut rahimnya.
‘ Tembakan’ yang awal terasa panas serta menggetarkan sampai membuat badannya berdiri kejang serta punggungnya melengkung ke balik.‘ Tembakan’ kedua serta ketiga membuat dia terus menjadi berjinjit separuh tergantung di leher Doni.
“ Aarrgghh.., Silvia! Argh.., enaknya!” rintih Doni
di kuping murid yang sangat disayanginya itu.
“ Doni o.., sstt.., sstt..!” desis Silvia
pula berulangkali sesaat sehabis lepas dari puncak orgasmenya!
Kedua telapak tangan Doni
memangku bongkah pantat Silvia. Telapak tangannya masih bisa merasakan kedutan- kedutan di bongkah pantat itu kala wanita itu menggapai puncak orgasmenya. Serta dengan tenaga yang masih tersisa di badannya,
di tarik bongkah pantat yang kenyal itu supaya mereka tidak terjatuh. Dia tidak mau wanita itu terjatuh sebab dia masih mau batang kemaluannya senantiasa terbenam dalam kelembutan Miss V kecil itu. Miss V yang sangat dikaguminya, muda, fresh, serta masih bercorak pink!
“ Puas, Sayang?” bisik Doni
sembari mengusap- usap punggung Silvia.
“ Puas banget!”
“ Doni
sangat mencintai Silvia.”
“ Silvia
pula sangat sayang pada Doni,” kata Silvia
sembari mencium bibir Doni
