Cerita Sex Perampok Mencuri Memek ku

 

 

 

Cerita Sex Perampok Mencuri Memek ku

Di rumah, saya tinggal bersama seseorang kakak pria, Bapak serta Ibuku, lagi mbak- mbak serta mas- masku yang lain telah berkeluarga. Masih terdapat lagi, mbak- mbak 2 orang yang menolong Ibuku, serta kadang- kadang terdapat seseorang tukang antar beras dari desa yang menginap di rumahku jika kemalaman.

Buat menutupi bayaran hidup keluarga, Ibuku terpaksa membuka warung pecel di rumah, cukup sebab buat keperluan tiap hari keluarga bisa ditolong dari warung ini. Biarpun baru kelas 3 SMP, tubuhku tercantum bongsor, tinggiku dekat 150 centimeter, beratku 38 kilogram, serta buah dadaku telah mulai besar, sebesar mangga yang sekilonya berisi 2, kulitku kuning langsat, bersih serta wajahku terbilang menawan, badanku sepadan, kata teman- temanku

Orang tuaku mendidik dengan ketat dalam atmosfer jawa serta keagamaan yang taat, serta tabu hendak hal- hal yang berbau erotis ataupun porno, lebih- lebih hingga melaksanakan perihal itu saat sebelum menikah. Terlebih lagi di usiaku yang masih sangat muda, saya tidak sempat berani ingin macam- macam dengan pria yang berupaya menaksirku. Tidak hanya itu, saya kasihan dengan orang tuaku, apabila terdapat peristiwa yang menyusahkan dia berdua. rayuanjanda.com

Kehidupanku berjalan biasa- biasa saja, hingga peristiwa itu terjalin. Waktu itu, di tengah malam seketika saya terbangun dari tidur, saya merasa nafasku sesak, serta mataku hitam, kaki serta tanganku sakit, dan perut serta dadaku tertekan barang yang berat. Saya jadi panik serta berupaya bersuara namun tidak dapat, warnanya mulutku tertutup oleh suatu barang, serta pula mataku, lagi barang yang menindihku itu nyatanya orang. Tangan serta kaki yang sakit ini, warnanya diakibatkan sebab sudah diikat dengan kokoh, sehingga terasa sakit serta tidak bisa bergerak. Sehabis sadar betul dari tidurku ini, saya menyadari terdapat sesuatu peristiwa yang menakutkan hendak terjalin.

Tanganku diikat di sisi atas tempat tidur, sebaliknya kakiku diikat di sisi dasar sehingga kakiku menganga. Saya telentang di tempat tidur dalam posisi semacam huruf“ X”. Saya merasa kalau sebagian pakaianku telah tidak menempel dengan benar di badanku, BH- ku tersingkap, serta celana dalamku warnanya telah tidak terdapat. Terdapat tangan yang dengan agresif lagi meraba- raba kemaluan serta buah dadaku, paling utama pada kedua puting susuku yang terasa digigit- gigit, ngilu- ngilu sakit. Serta terdengar suara nafas ngos- ngosan, sembari menggigit serta menjilat- jilat sekujur badanku, buah dadaku, leherku, telingaku, serta terus turun kebawah. Saya mulai menangis, sebab merasa tidak berdaya, tetapi tidak dapat, berteriak juga tidak dapat, saking ngerinya, saya setelah itu tidak sadarkan diri.

Tidak berselang lama setelah itu, saya tersadar kembali, saya merasa posisi badanku belum berganti, masih saja telentang dengan kedua tangan serta kaki terikat pada sudut- sudut tempat tidur. Cuma saja saat ini seluruh pakaian yang menempel pada tubuhku sudah terlepas, sehingga saya telentang dengan kondisi telanjang bundar. Saya pilu sekali, sebab betul- betul tidak berdaya buat mempertahankan kehormatanku, sebentar lagi hidupku hendak sirna, sehabis bajingan yang tidak kukenal serta tidak bisa kulihat itu berakhir memerkosaku. Saya betul- betul pilu menyadari kalau bagian terutama dari hidupku sebentar lagi hendak direnggut paksa oleh orang yang tidak kukenal.

Warnanya, pada dikala seluruh keluargaku telah tertidur, terdapat orang yang masuk ke dalam rumah serta setelah itu masuk ke kamarku yang kebetulan kuncinya cuma dari slot kayu yang dipakukan ke kusen pintu, sehingga lumayan disentak sekali saja dapat lepas. Warnanya orang tersebut telah lumayan mengenali suasana rumahku. Tangan serta kakiku masih terikat, serta mulut dan mataku juga masih tertutup, bagi perkiraanku pada dikala itu kira- kira jam 12- 1 malam, saya tahu dari bunyi jangkrik yang sayup- sayup kedengaran. Seketika saya merasa, badanku terdapat yang mengelus- elus serta menggerayangi, kedua buah dadaku terasa diremas- remas serta pada bagian putingku dipelintir- pelintir. Bagian perutku terasa dicium serta dijilat- jilat, terus menyusut kebawah serta setelah itu giliran kedua paha aku yang setelah itu dicium- cium serta dijilat- jilat, terus kepangkal pahaku, kesimpulannya kemaluanku yang jadi sasaran game mulut serta lidah orang tersebut. Terasa lidahnya menyapu kedua bibir kemaluanku serta sekali- sekali terasa lidahnya berupaya membelah bibir kemaluanku buat menerobos kedalam lubang vaginaku. Pada dikala selanjutnya terasa klitorisku jadi sasaran lidahnya. rayuanjanda.com

Saya tidak bisa berkutik, mau kututup pahaku, namun kedua kakiku dipegangi serta diikat dengan kokoh.

Mula- mula terasa pedih, linu serta perih luar biasa. Lidah orang itu, menyapu bibir kemaluanku serta berupaya menerobos ke dalam liang vaginaku, sembari menggigit serta menjilati clitorisku, serta kadang- kadang lidahnya terjulur ke dalam liang vaginaku. Gigitan- gigitan kecilnya mula- mula membuatku merasa sakit, tetapi lama- kelamaan timbul rasa lain yang belum sempat kurasakan seumur hidupku, geli, linu, sedikit nyeri tetapi nikmat sehingga membuat segala badanku terasa panas dingin. Lama- kelamaan tanpa terasa saya menggoyang- goyangkan pantatku sebab menahan rasa geli luar biasa yang ditimbulkan dari game mulut serta lidahnya pada bagian- bagian sensitifku itu. Serta dihisap- hisapnya pula, sehingga saya terus menjadi meningkat tidak bisa menahan rasa gelinya, serta tangan orang itu juga tidak tinggal diam, dipuntir- puntirnya puting buah dadaku, dan diremas- remasnya, sehingga menaikkan rasa geli sekalian nikmat.

 

BACA JUGA : Cerita Sex Ketagihan Dengar Desahan Tante Lia

 

Saya telah melupakan rasa khawatir serta pilu, berubah dengan rasa sangat nikmat, nikmat sekali, susah kuutarakan rasa nikmatnya. Warnanya inilah, yang diucap dengan surga dunia. Saking tidak tahannya, saya mau menjerit tetapi tidak bisa menghasilkan suara, cuma desahan dari hidungku, seketika saya merasakan sesuatu kenikmatan luar biasa yang tidak bisa kulukiskan serta saya seketika merasa hendak berkemih,“.. crut.., crut.., crut.., nyut.., nyut.., nyut..”, serta bagian dalam kemaluanku terasa berdenyut- denyut. Badanku jadi kejang serta bergetar dengan hebat hingga tidak terasa badanku tersentak- sentak serta terangkat- angkat di atas tempat tidur. Warnanya saya sudah menggapai yang diucap orgasme. Serta pipisku itu warnanya cairan yang menyemprot dari dalam vaginaku dikala orgasme. Sehabis dikala kenikmatan yang melandaku usai, segala badanku terasa lemas tidak bertenaga.

Setelah itu terasa orang itu mulai menindihku, mulutnya terasa menghisap- hisap leherku, mulutnya berbau aneh, warnanya itu merupakan bau cairan yang keluar dari milikku. Tangannya meraba- raba serta meremas- remas segala tubuhku, paling utama pada kedua bongkahan pantatku, kadangkala dengan halus tetapi kerapkali agresif, serta seketika pada pangkal pahaku, tempat dimana tadi dijilat- jilat serta di sedot- sedotnya, terasa terdapat barang tumpul, keras lagi besar menggesek- gesek di antara kedua pahaku yang telah terkangkang itu. Secara otomatis saya berupaya merapatkan kedua kakiku, hendak namun tidak dapat sebab tertahan oleh jalinan pada sudut- sudut tempat tidur. Barang tumpul itu terasa mengoles- oles bibir kemaluanku serta sekali- sekali ditekan pada klitorisku. Terasa sangat geli serta terdapat perasaan nikmat yang menjalar ke segala tubuhku. Tidak terasa kemaluanku jadi sangat basah serta ini warnanya disadari pula oleh orang tersebut, kalau saya telah sangat siap buat game berikutnya. Secara lambat- laun terasa barang tersebut mengungkap kedua bibir kemaluanku yang masih sangat rapat serta terasa barang tersebut memforsir masuk kedalam lubang vaginaku. Warnanya itu merupakan penis orang itu, perasaan sakit pada kemaluanku mulai terasa, pedih, terasa penis orang tersebut yang warnanya sangat besar susah menembus kemaluanku yang masih perawan, saya berupaya menjerit, tetapi cuma terdengar lenguhan serta dengusan dari hidungku saja, sebab mulutku dibekap.

Saya berupaya berontak, tetapi tidak dapat, sebab kedua tangan serta kakiku terikat, betul- betul saya merasa tidak berdaya. Serta kesimpulannya, saya merasa kemaluanku seakan- akan terbelah serta ulu hatiku seakan- akan disodok oleh barang tumpul, kala orang tersebut dengan ganas serta agresif secara brutal memencet masuk dengan paksa segala penisnya kedalam lubang kemaluanku. Terasa besar serta panjang, memadati dan mengisi tiap sudut ruang kemaluanku, sakit serta mau pingsan rasanya bercampur aduk dalam diriku. Penis yang besar itu terasa memadati serta terbenam, diam sejenak dalam kemaluanku. Tidak lama setelah itu terasa orang itu mulai menaikturunkan pantatnya, sehingga penisnya naik turun, masuk keluar, pada kemaluanku. Mula- mula tiap penisnya bergerak masuk ataupun keluar dari kemaluanku, terasa sakit serta perih, hendak namun lama kelamaan, rasa nyeri lenyap serta berubah dengan rasa nikmat, perasaan nikmat yang sukar kulukiskan, terus menjadi lama perasaan nikmat itu mulai menjalar ke segala tubuhku, sehingga saya merasa seolah melayang- layang. Badanku dengan tidak sadar mulai meresponsnya dengan turut bergoyang- goyang, serta seketika badanku bergetar lagi dengan hebat serta bagian dalam kemaluanku kembali berdenyut- denyut dengan hebat, saya hadapi orgasme lagi serta apalagi lebih hebat daripada lebih dahulu. Serta warnanya, orang itu masih senantiasa kokoh serta naik turun, selalu, sebagian dikala setelah itu, saya hadapi orgasme lagi, lagi serta lagi, serta ia masih naik turun terus dengan normal tanpa terdapat isyarat hendak menyudahi, saya keluar terus menerus lagi serta lagi. Hingga segala badanku terasa lemas tidak bertenaga. rayuanjanda.com

Saya saat ini betul- betul terkapar tidak berdaya, dengan kedua kaki yang terpentang diperkosa oleh orang tersebut semau hatinya. Serta orang itu, sesuatu dikala memesatkan gerakannya, serta seketika ia merangkulku kuat- kuat, dan menciumi dan menghirup leherku kuat- kuat, serta terasa penisnya berdenyut- denyut, setelah itu terasa cairan hangat kental menyembur dengan derasnya membasahi rongga- rongga lubang kewanitaanku. Serta sebab tekanan tubuhnya yang kokoh dan denyutan- denyutan yang kurasakan dari penisnya, sehingga membuatku kemblai hadapi orgasme yang ke sekian kalinya secara bertepatan dengan orang tersebut. Badanku bergetar serta akupun merasakan denyutan- denyutan pula, nikmat sekali. Tubuh orang tersebut terkulai menelungkup di atas tubuh aku dengan penisnya yang masih terbenam di dalam liang kewanitaanku.

Sehabis istirahat sebentar terasa penis orang tersebut yang masih terbenam dalam kemaluanku membeku kembali. Serta malam itu warnanya game belum usai, dengan semangat menggebu- gebu orang itu mengulangi lagi permainannya, demikian diulanginya hingga 3 kali lagi pada malam itu. Saya sangat merasa letih serta lemas sekali, segala tulang- tulangku seakan- akan terasa dilolosi, tetapi di sisi lain saya merasakan kenikmatan yang teramat sangat luar biasa. Sangat ini sesuatu pengalaman awal yang susah kulupakan serta apalagi hingga saat ini juga saya tidak ketahui, siapa pelakon sesungguhnya. Beberapa barang di rumahku tidak terdapat yang lenyap satupun, jadi pasti saja ia bukan pencuri. Baru pada dikala menjelang pagi, orang itu keluar dari kamar, dimana lebih dahulu satu tali di tanganku dilepaskan simpulnya. Serta sehabis orang itu berangkat, saya buka talinya, tangan satunya saya lepaskan, warnanya mata serta mulutku diplester, gunakan plester putih. Serta kakiku juga telah kulepaskan. Kulihat, terdapat bekas- bekas warna merah di sepreiku yang putih rupanya serta badanku juga pula nampak merah- merah, sisa gigitan serta sedotannya. Celana dalamku, teronggok sobek di lantai, demikian pula pakaian serta BH- ku. GAME ONLIBE TERBAIK

Saya merasa pilu sekali mengingat saya sudah kehabisan milikku yang sangat berharga, tetapi di lain pihak terdapat perasaan puas yang menyerang diriku disebabkan perasaan nikmat yang baru saja kuperoleh. Saya tidak berani menggambarkan perihal itu ke orang tuaku maupun kepada saudaraku sebab malu serta khawatir. Saya cuma memendam peristiwa ini seseorang diri saja. Peristiwa ini, masih terulang lagi berulang kali, hingga saya tamat dari SMA serta herannya saya tidak berbadan dua, entah diapakan oleh orang ini. Saya telah tidak lagi merasa khawatir apabila kamarku dimasuki kembali oleh orang tersebut, apalagi saya terdapat semacam perasaan rindu serta kehabisan bila orang tersebut baru tiba agak lama. Saya cuma bisa menebak kalau perbuatan tersebut dicoba oleh tukang antar beras dari desa yang memanglah kerap bermalam di rumahku, tetapi tiap saya berjumpa dengannya, ia berlagak biasa saja, seakan tidak terdapat sempat terdapat peristiwa apapun. Saya sesungguhnya mau memohon pertanggungjawabannya, namun malu, jangan- jangan bukan ia, sebab sesungguhnya saya tidak mempunyai fakta apapun.

Sehabis tamat SMA, saya dilamar oleh seseorang pemuda, ia bersedia menikahiku sebab baginya ia sangat mencintaiku serta di matanya, saya merupakan anak wanita yang lugu, sopan, alim serta tidak sempat macam- macam. Tetapi apa yang sesungguhnya sudah terjalin, sangat membuatku pilu. Pemuda ini, pada malam awal kami, mendapatiku telah tidak perawan lagi, serta ia menuduhku telah berpengalaman. Saya menyadari tuduhannya betul, jadi saya diam saja serta tidak menanggapi. Ia meningkat marah, sehingga kerap ia kembali larut malam dalam kondisi mabuk. Dalam kondisi separuh sadar itu, ia apalagi telah mulai berani memukulku. Saya sadar, memanglah pada awal mulanya akulah yang bersalah, kenapa dahulu saya tidak berterus cerah saja pada pemuda yang saat ini sudah jadi suamiku ini. Lama- kelamaan saya tidak tahan lagi sebab saya kerap disakitinya, sehingga saya kembali ke orangtuaku serta menggambarkan tentang tabiat suamiku ini dan latar balik perlakuannya padaku. Ibuku menyesali nasibku yang kurang baik, serta menganjurkan buat mencari jalur tengah yang terbaik. Tetapi saya telah telanjur khawatir terhadap suamiku sebab ia telah sangat kerap menyakitiku. Serta kesimpulannya dengan terpaksa saya menggugatnya cerai