Cerita Sex Perjakaku Hilang di Umur 16 Tahun

 

 

 

Cerita Sex  Perjakaku Hilang di Umur 16 Tahun

Cerita Sex Perjakaku Hilang di Umur 16 Tahun. Namaku Zefan, umurku 16 tahun dengan besar tubuh 185 centimeter serta berat tubuh 82 kilogram. Saya saat ini bekerja selaku tukang tagih di salah satu lembaga di GTLO. Saya lebih menggemari perempuan separuh baya berbulu. Saya sangat suka membaca cerita di ceritasex. site spesialnya di bagian“ janda”. Saya mau menggambarkan cerita nyata dengan tanteku sendiri, Tante Sonya. Cerita yang dituangkan di mari merupakan cerita nyata serta untuk yang kebetulan merasa sama nama ataupun kisahnya mohon dimaafkan itu cumalah kebetulan. Peristiwa ini terjalin dekat 6 tahun yang kemudian, waktu itu saya masih berumur 16 tahun.

Saya memiliki seseorang tante bernama Sonya

yang usianya waktu itu 36 tahun. Tante Sonya

merupakan adik dari Mamaku. Tante Sonya

telah menjanda sepanjang 5 tahun. Dari pernikahan ia dengan almarhum suaminya tidak di karunia anak. Tante Sonya

sendiri melanjutkan usaha aset dari almarhum suaminya. Ia tinggal di salah satu perumahan yang tidak jauh dari rumahku.

Ia tinggal dengan seseorang pembantunya, Mbak Sumi. Tante Sonya

ini orangnya menurutku seksi sekali. Payudaranya besar bundar dengan dimensi 36C, sebaliknya tingginya dekat 175 centimeter dengan kaki ramping semacam peragawati serta perutnya rata soalnya ia belum memiliki anak. Perihal ini membuatku kerap ke rumahnya serta betah berlama- lama jika lagi terdapat waktu.

Serta tiap harinya saya hanya mengobrol dengan tante Sonya

yang seksi ini serta ia itu orangnya supel benar tidak canggung cerita- cerita denganku. Dari cerita tante Sonya

dapat saya tebak kalau ia itu orangnya kesepian sekali sejak suaminya wafat. Hingga saya berupaya menemaninya serta sekaSonya n mau memandang badannya yang seksi.

Tiap kali saya memandang badannya yang seksi, saya senantiasa terangsang serta saya lampiaskan dengan onani sembari membayangkan badannya. Kadang mencuat benak kotorku mau bersetubuh dengannya tetapi saya tidak berani berbuat macam- macam terhadap ia, saya khawatir nanti ia hendak marah serta memberi tahu ke orang tuaku. Hari demi hari keinginanku buat dapat memperoleh tante Sonya

terus menjadi kokoh saja.

Kadang- kadang kupergoki tante Sonya

dikala nabis mAlan, ia cuma mengenakan lilitan handuk saja. Melihatnya jantungku deg- degan rasanya, mau lekas membuka handuknya serta melahap habis badan seksinya itu. Kadang- kadang pula ia kerap memanggilku ke kamarnya buat mengancingkan bajunya dari balik. Betul- betul memancing gairahku. Hingga pada hari itu tepatnya malam pekan, saya lagi malas keluar bersama sahabat serta saya juga berangkat ke rumah Tante Sonya. Sesampai di rumahnya, tante Sonya

baru hendak bersiap makan serta lagi duduk di ruang tamu sembari membaca majalah.

Kami juga silih menceritakan, seketika hujan turun deras sekali serta Tante Sonya

memintaku menginap saja di rumahnya malam ini serta memintaku memberitahu orang tuaku kalau saya hendak menginap di rumahnya berhubung hujan deras sekali.“ Lan, tante ingin tidur dahulu ya, udah ngantuk, kalian udah ngantuk belum?”, katanya sembari menguap.“ Belum tante”, jawabku.“ Oh ya tante, Zefan boleh gunakan komputernya tidak, ingin cek email bentar”, tanyaku.“ Boleh, gunakan aja” jawabnya kemudian ia mengarah ke kamarnya. Kemudian saya mengenakan pc di ruang kerjanya serta mengakses web porno. Serta terus cerah tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang telah tegang sembari memandang foto perempuan separuh baya bugil. Setelah itu kuelus- elus batang kemaluanku hingga tegang sekali berdimensi dekat 15 centimeter sebab saya telah terangsang sekali. Tanpa kusadari, tahu- tahu tante Sonya

masuk menyelonong begitu saja tanpa mengetuk pintu. Saking kagetnya saya tidak pernah lagi menutup batang kemaluanku yang lagi tegang itu.

Tante Sonya

pernah terbelalak memandang batang kemaluanku yang lagi tegang sampai langsung saja ia bertanya sembari tersenyum manis.“ Hayyoo lagi mengapa kalian, Lan?” tanyanya.“ Aah, tidak apa- apa tante lagi cek email” jawabku sekenanya. Tetapi tante Sonya

kayaknya sadar jika saya dikala itu lagi mengelus- elus batang kemaluanku.“ Terdapat apa sih tante?” tanyaku.“ Aah tidak, tante hanya pengen ajak kalian temenin tante nonton di kamar” jawabnya.“ Oh ya telah, nanti aku nyusul ya tante” jawabku.“ Tetapi jangan lambat- laun yah” kata Tante Sonya

lagi.

Sehabis itu saya berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, kemudian saya beranjak mengarah ke kamar tante serta menemani tante Sonya

nonton film horor yang kebetulan pula banyak mengumbar adegan- adegan syur. Memandang film itu langsung saja saya jadi salah tingkah, soalnya batang kemaluanku langsung saja bangkit lagi. Malah Tante Sonya

telah mengenakan pakaian tidur yang tipis serta gilanya ia tidak mengenakan bra sebab saya dapat memandang puting susunya yang agak mancung ke depan. Gairahku memuncak memandang panorama alam semacam itu, tetapi apa boleh buat saya tidak berani berbuat macam- macam. Batang kemaluanku terus menjadi tegang saja sehingga saya terpaksa bergerak- gerak sedikit guna memperbaiki letaknya yang miring. Memandang gerakan- gerakan itu tante Sonya

warnanya langsung menyadari sembari tersenyum ke arahku.“ Lagi mengapa sih kalian, Lan?” tanyanya sembari tersenyum.“ Ah tidak apa- apa kok, tante” jawabku malu.

Sedangkan itu tante Sonya

mendekatiku sehingga jarak kami terus menjadi dekat di atas ranjang.“ Kalian terangsang yah, Lan, amati film ini?”“ Ah tidak tante, biasa aja” jawabku berupaya mengatur diri. Dapat kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, mau rasanya kuhisap- hisap sembari kugigit putingnya. Tetapi warnanya perihal ini tidak dialami olehku saja, Tante Sonya

juga warnanya telah agak terangsang sehingga ia berupaya mengambil serbuan terlebih dulu.“ Bagi kalian tante seksi tidak, Lan?” tanyanya.“ Wah seksi sekali tante” kataku.“ Seksi mana sama yang di film itu?” tanyanya lagi sembari membusungkan payudaranya sehingga nampak terus menjadi membengkak.“ Wah seksi tante dong, abis bodynya tante bagus sih” kataku.“ Ah masa sih?” tanyanya.“ Iya benar tante, swear..” kataku. Jarak kami terus menjadi merapat sebab tante Sonya

terus mendekatkan badannya padaku, kemudian ia bertanya lagi padaku..“ Kalian ingin tidak kalo diajak begituan sama tante”.“ Mmaauu tante..” Ah, semacam ketiban durian runtuh, peluang ini tidak pasti saya sia- siakan, langsung saja saya memberanikan diri buat berupaya mendekatkan diri pada tante Sonya.“ Wahh benda kalian cukup pula, Lan” katanya.“ Ah tante dapat aja..

Tante kok kelihatannya kian lama kian seksi aja sih.. Sampe aku gemes deh ngeSonya tnya..” kataku.“ Ah bandel kalian yah, Lan” jawabnya sembari meletakkan tangannya di atas kemaluanku.“ Waahh jangan dipegangin terus tante, ntar dapat tambah gede loh” kataku.“ Ah yang benar nih?” tanyanya.“ Iya tante.. Ehh.. Ehh saya boleh pegang itu tidak tante?” kataku sembari menunjuk ke arah payudaranya yang besar itu.“ Ah boleh aja kalo kalian ingin” jawabnya. Wah peluang besar, tetapi saya agak sedikit khawatir, khawatir ia marah tetapi tangan sang tante saat ini malah telah mengelus- elus kemaluanku sehingga saya memberanikan diri buat mengelus payudaranya.“ Ahh.. Arghh lezat Lan.. Kalian bandel ya” kata tante sambil tersenyum manis ke arahku, otomatis saja kulepas tanganku.“ Loh kok dilepas sih Lan?” tanyanya.“ Ah khawatir tante marah” kataku.“ Oohh tidak lah, Lan.. Kemari deh”.

 

BACA JUGA : Cerita Sex Ngentot Untuk Bayar Uang Kos  

 

Tanganku digenggam tante Sonya, setelah itu diletakkan kembali di payudaranya sehingga saya juga terus menjadi berani meremas- remas payudaranya.“ Aarrhh.. Sshh” rintihnya sampai terus menjadi membuatku penasaran. Kemudian saya juga berupaya mencium tante Sonya, sangat di luar dugaanku, Tante Sonya

menyongsong ciumanku dengan beringas. Kami juga kemudian berciuman dengan nafsu sekali sembari tanganku bergerilya di payudaranya yang sekal sekali itu.“ Ahh kalian memanglah hebat Lan.. Terusin Lan.. Malam ini kalian mesti membagikan kepuasan sama tante yah.. Arhh.. Arrhh”.“ Tante, saya boleh buka pakaian tante tidak?” tanyaku.“ Oohh silakan Lan”, sambutnya. Dengan kilat kubuka bajunya sehingga payudaranya yang besar dengan puting yang kecoklatan telah terletak di depan mataku, langsung saja saya menjilat- jilat payudaranya yang memanglah saya kagumi itu.“ Arrgghh.. Arrgghh..” lagi- lagi tante mengerang- erang keenakan.

“ Teruuss.. Teerruuss Lan.. Ahh lezat sekali..” Lama saya menjilati putingnya sehingga tanpa kusadari batang kemaluanku pula telah mulai menghasilkan cairan bening pelumas di atas kepalanya. Kemudian sekilas kulihat tangan Tante Sonya

lagi mengelus- elus bagian klitorisnya sehingga tanganku juga kuarahkan ke arah bagian celananya buat kulepaskan.“ Aahh buka saja Lan.. Ahh” Napas Tante Sonya

terengah- engah menahan nafsu. Semacam kesetanan saya langsung membuka CD- nya serta kemudian kuciumi. Saat ini Tante Sonya

telah bugil total. Kulihat Sonya ng kemaluannya yang penuh dengan bulu. Kemudian dengan pelan- pelan kumasukkan jariku buat menerobos Sonya ng kemaluannya yang telah basah itu.

“ Arrhh.. Sshh.. Lezat Lan.. Lezat sekali” jeritnya. Sehabis puas jariku bergerilya kemudian kudekatkan mukaku ke Sonya ng kemaluannya buat menjilati bibir kemaluannya yang licin serta mengkilap itu. Kemudian dengan nafsu kujilati Sonya ng kemaluannya dengan lidahku turun naik semacam mewarnai saja. Tante Sonya

terus menjadi kelabakan sampai ia menggoyangkan kepalanya ke kanan serta ke kiri sembari meremas payudaranya.“ Aah.. Sshh tante udaahh nggaakk tahaann laaggii.. Tante udaahh maauu kkeeluuaarr.. Ohh”, dengan terus menjadi kilat kujilati klitorisnya serta jariku kucobloskan ke Sonya ng kemaluannya yang terus menjadi basah. Sebagian dikala setelah itu badannya bergerak dengan Sonya r kayaknya hendak orgasme.

Kemudian kupercepat jilatanku serta tusukan jariku sehingga ia merasa keenakkan sekali kemudian ia menjerit..“ Oohh.. Aarrhh.. Tante udah keeluuaarr Lan.. Ahh” sembari menjerit kecil pantatnya digoyang- goyangkan serta lidahku masih terus menjilati bagian bibir kemaluannya sehingga cairan orgasmenya kujilati hingga habis. Setelah itu badannya tenang semacam lemas sekali.“ Wah nyatanya kalian hebat sekali, tante telah lama tidak merasakan kepuasan ini loh..” ucapnya sembari mencium bibirku sehingga cairan Sonya ng kemaluannya di bibirku turut belepotan ke bibir Tante Sonya. Sedangkan itu batang kemaluanku yang masih tegang di elus- elus oleh tante Sonya

serta saya juga masih memilin- milin puting tante yang telah terus menjadi keras itu.“ Aahh..” desahnya sembari terus mencumbu bibirku.“ Saat ini giliran tante..

Tante hendak buat kalian merasakan nikmatnya badan tante”. Tangan tante Sonya

lekas menggerayangi batang kemaluanku kemudian digenggamnnya batang kemaluanku dengan erat sehingga agak terasa sakit tetapi kudiamkan saja sebab terasa lezat pula diremas- remas oleh tangan tante Sonya. Kemudian saya pula tidak ingin kalah, tanganku pula terus meremas- remas payudaranya yang indah itu. Warnanya tante Sonya

mulai terangsang kembali kala tanganku meremas- remas payudaranya dengan sesekali kujilati putingnya yang telah tegang itu, seakan- akan semacam orang kelaparan, kukulum terus puting susunya sehingga tante Sonya

jadi terus menjadi blingsatan.“ Aahh kalian suka sekali sama dada tante yah, Lan?”“ Iya Tante abis tetek tante wujudnya sangat memicu sih.. Terus besar tetapi masih senantiasa kencang..”“ Aahh kalian memanglah pandai muji orang, Lan..” Sedangkan itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya telah bercorak kemerahan namun tidak dikocok cuma dielus- elus.

Kemudian tante Sonya

mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga saya juga mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa hingga kesimpulannya Tante Sonya

berjongok di dasar ranjang dengan kepala mendekati batang kemaluanku. Sedetik setelah itu ia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang sudah menghasilkan cairan bening pelumas serta menyeluruh tersebut ke segala kepala batang kemaluanku dengan lidahnya. Saya betul- betul merasakan nikmatnya service yang diberikan oleh Tante Sonya. Kemudian ia mulai membuka mulutnya serta kemudian memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sembari menghisap- hisap serta menjilati segala bagian batang kemaluanku sehingga basah oleh ludahnya. Selang sebagian menit sehabis tante melaksanakan hisapannya, saya mulai merasakan desiran- desiran kenikmatan menjalar di segala batang kemaluanku kemudian kuangkat Tante Sonya

setelah itu kudorong lama- lama sehingga ia telentang di atas ranjang.

Dengan penuh nafsu kuangkat kakinya sehingga ia mengangkang pas di depanku.“ Aahh Lan, ayolah masukin batang kemaluan kalian ke tante yah.. Tante udah tidak tabah ingin ngerasain memek tante disodok- sodok sama batangan kalian itu”.“ Iiyaa tante” kataku. Kemudian saya mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluannya tetapi saya tidak langsung memasukkannya tetapi saya gesek- gesekan terlebih dahulu ke bibir kemaluannya sehingga tante Sonya

lagi- lagi menjerit keenakan..“ Aahh.. Aahh.. Ayolah Lan, jangan tanggung- tanggung masukiinn..” Kemudian saya mendesak masuk batang kemaluanku. Uh, agak kecil warnanya lubang kemaluannya sehingga agak susah memasukkan batang kemaluanku yang telah tegang sekali itu.“ Aahh.. Sshh.. Oohh pelan- pelan Lan..

Teruss- teruuss.. Aahh” Saya mulai mendesak kepala batang kemaluanku ke dalam Sonya ng kemaluan Tante Sonya

sehingga ia merasakan kenikmatan yang luar biasa kala batang kemaluanku telah masuk seluruhnya. Setelah itu batang kemaluanku mulai kupompakan dengan lama- lama tetapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Tante Sonya

pula ikut- ikutan bergoyang. Rasanya nikmat sekali sebab goyangan pantat tante Sonya

menjadikan batang kemaluanku semacam dipilin- pilin oleh bilik Sonya ng kemaluannya yang seret itu serta rasanya semacam empotan ayam. Sedangkan itu saya terus menjilati puting serta menjilati leher yang dibasahi keringatnya. Sedangkan itu tangan Tante Sonya

mendekap pantatku keras- keras sehingga kocokan yang kuberikan terus menjadi kilat lagi.“ Oohh.. Sshh.. Lan.. Lezat sekali.. Oohh.. Ohh..” mendengar rintihannya saya terus menjadi bernafsu buat lekas menuntaskan game ini.“ Aahh..

Kilat Lan, tante ingin keluuaarr.. Aahh” Badan tante Sonya

kembali bergerak Sonya r sehingga pantatnya ikut- ikutan naik. Warnanya ia kembali orgasme, dapat kurasakan cairan hangat menyiram kepala batang kemaluanku yang lagi merojok- rojok Sonya ng kemaluannya.“ Aahh.. Sshh.. Sshh”, desahnya, kemudian badannya kembali tenang menikmati sisa- sisa orgasmenya.“ Wahh kalian memanglah hebaat Lan.. Tante sampe keok 2 kali sebaliknya kalian masih tegar”“ Iiyaa tante.. Bentar lagi pula Alan keluar nih..” ujarku sembari terus menyodok Sonya ng kemaluannya yang berdenyut- denyut itu.“ Aahh lezat sekali tante.. Aahh..”

“ Terusin Lan.. Terus.. Aahh.. Sshh” erangan tante Sonya

membuatku terus menjadi kokoh merojok- rojok batang kemaluanku dalam Sonya ng kemaluannya.“ Aauuhh pelan- pelan Lan, aahh.. Sshh”“ Aduh tante bentar lagi saya udah ingin keluar nih..” kataku.“ Aahh.. Lan.. Keluarin di dalam aja yah.. Aahh.. Tante ingin ngerasain.. Ahh.. Shh.. Ingin rasain siraman hangat peju kalian..”“ Iiyyaa.. Tante..” Kemudian saya mengangkut kaki kanan tante sehingga posisi Sonya ng kemaluannya lebih menjepit batang kemaluanku.

“ Aahh.. Oohh.. Aahh.. Sshh.. Tante, Zefan ingin keluar nih.. Ahh” kemudian saya memeluk tante Sonya

sembari meremas- remas payudaranya. Sedangkan itu, tante Sonya

memelukku kuat- kuat sembari menggoyang- goyangkan pantatnya.“ Aahh tante pula ingin keluar lagi aahh.. Sshh..” kemudian dengan sekuat tenaga kurojok Sonya ng kemaluannya sehingga kumpulan air maniku yang telah tertahan menyembur dengan dahsyat. Seerr.. Seerr.. Croott.. Croott..

“ Aahh lezat sekali tante.. Aahh.. Ahh..” Sepanjang 2 menitan saya masih menggumuli badan Tante Sonya

buat menuntaskan semprotan maniku itu. Kemudian Tante Sonya

menbelai- belai rambutku.“ Ah kalian nyatanya seseorang jagoan, Lan..” Sehabis itu ia mencabut batang kemaluanku dari Sonya ng kemaluannya setelah itu dimasukkan kembali ke dalam mulutnya buat dijilati oleh lidahnya. Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap olehnya. Serta setelah itu kami berdua juga tidur silih berpelukan.

Malam itu kami melaksanakannya hingga 3 kali. Sehabis peristiwa itu kami kerap melaksanakan ikatan seks yang kadang- kadang meniru gaya- gaya dari film porno. Ikatan kami juga berjalan sepanjang 2 tahun serta kesimpulannya dikenal oleh orang tuaku. Sebab merasa malu, Tante Sonya

juga pindah ke Jakarta serta melaksanakan usahanya di situ. Saya betul- betul sangat kehabisan Tante Sonya

serta sejak kepindahannya, tante Sonya

tidak sempat menghubungiku lagi.