Cerita Sexku Malam Yang Keterlaluan
Cerita Sexku Malam Yang Keterlaluan. Suasana malam minggu ramai memang banyaknya orang yang hadir membuat Andi pemuda yang memang sedang berjojing ria membuatnya gerah, pengunjung bar banyak yang membawa pasangan, Andi tidak sendiri dia datang dengan Tigor yang tengah asyik berjojing dengan seorang wanita yang juga pengunjung diskotik Nadia.
“Hai, boleh aku duduk?!” suara wanita menyapa.
Andi menoleh tersentak dari perhatiannya pada Tigor.
“Please..?” balasnya mempersilahkan wanita itu duduk disebelahnya.
“Sendiri?” sapa wanita itu yang memang agak teler mungkin karena terlalu banyak menenggak minuman keras.
“Akh nggak? bareng temanku, tuh” tunjuk Andi pada Tigor yang saat itu sedang mendekatinya.
“Hai Ndi.. Kenalin dong” sergah Tigor.
“Boleh juga boncegan lo..” bisik Tigor pada Andi.
“Gila lo.. gue aja belum kenal”
“Ndi..?! Kenalin Grace..”
“Grace..” kata wanita itu sambil mejulurkan tangannya.
“Andi..?!” balas Andi.
“Ndi sorry nich aku bakal jalan duluan sama Grace, disini terlalu ramai”
“Terus gue gimana?” Tanya Andi.
“Lo disini aja dulu?! Motor gue yang bawa, mana kontaknya?”
“Dasar gila lo, nich?!” Maki Andi.
Kini hanya tinggal Andi dengan wanita itu didalam diskotik Nadia yang malah tambah ramai ketika hari menjelang tengah malam.
“Ndi.?!”
Andi menoleh,”Ya..?”
“Boleh aku minta tolong anterin pulang?” Pinta wanita itu pada Andi sambil menyerahkan kunci kontak.
Tanpa menjawab dipapahnya wanita itu pergi meninggalkan ruangan diskotik Nadia. Mobil yang dikendarai Andi menuju kawasan perumahan Lippo yang memang telah ditunjuk wanita itu.
“Nich cewek kayaknya Tante-Tante?” Bathin Andi setelah memperhatikan wajah wanita itu yang kelihatan mencerminkan usianya kira-kira 35-an. Sepanjang perjalanan Andi memperhatikan wanita yang tertidur disebelahnya.
Pakaiannya yang hanya menutupi sebagian tubuhnya sehingga jelas sekali terlihat buah toketnya yang putih dan gede terus ke bagian bawah yang hanya memakai rok span sehingga jelas terlihat sangat mulus dan sangat seksi.
Tiba tiba pikiran joroknya mulai merambah ditambah lagi jalan tol menuju Lippo sepi dan gelap. Tangan Andi mulai meraba paha, disingkapnya rok mini merah itu kini terlihat jelas CD wanita itu.
“Gila merah juga?” Ucapnya lirih takut tuh Tante bangun.
Kini tangan jahilnya mulai ke atas menuju bukit kembar yang nongol gede.
“Busyet mantep banget nich?” Remasan kecil tidak membuat Tante ini bangun pikirnya.
“Sial lagi asyik sudah sampai?!” Gerutu Andi sambil melepas remasan kecil pada payudara Tante itu terlihat pintu tol 500 meter lagi. Mungkin karena cahaya lampu pintu tol sang Tante terlihat bangun sambil membersihkan matanya.
“Dimana ini?”
“Mau masuk perumahan Tan?” Jawab Andi.
“Belok kiri no.13” tunjuk Tante itu rumahnya.
“Ok” Andi mengiyakan.
Rumah kawasan Lippo memang terkenal mewah gerbang rumah berwarna biru itu terbuka setelah dari dalam mobil Tante itu memencet remot pagar begitu juga pintu garasi, mobil lancer langsung meluncur masuk ke dalam garasi.
“Mari Tan..” bermaksud memapah Tante itu.
“Ah nggak usah pusingnya agak mendingan kok” tolak Tante itu halus.
“Ayo masuk” ajaknya sambil menuju pintu rumah didalam garasi.
Jalannya yang anggun membuat Andi menelan air ludah. Pantat gede Tante itu goyang kanan kiri mengikuti irama kakinya yang panjang dan mulus.
“Silahkan duduk..?!” mempersilahkan Andi duduk.
“Tanks Tante?” balas Andi.
“Oh ya siapa namamu tadi?” tanya Tante itu sambil pergi ke arah ruangan lain.
“Andi” balas Andi sedikit berteriak agar terdengar.
Tante Susi membawakan dua gelas bir sambil duduk disebelah Andi rapat sekali membuat Andi agak keki.
“Silahkan minum?” sambil menyerahkan segelas bir kaleng.
“Tanks Tan..”
Ditenggaknya bir itu bukannya haus tapi menahan gejolak birahi melihat paha putih mulus dan buah dada yang menantang.
“Santai aja? Haus ya?”
“Lumayan?!” balas Andi memerah.
“Oh ya.. Panggil aku Susi” Tante Susi memperkenalkan namanya.
“Tante Susi tinggal sendiri?” Mencoba Andi untuk ngobrol.
“Jangan panggil Tante Susi donk, Tante aja, apa Susi aja”
“Tante dech..” Andi memastikan.
“Sudah tua ya?” balas Tante Susi.
“Tapi Tante kelihatan masih cantik..” sambil matanya terus memeperhatikan buah dada tante Susi yang menggantung indah.
“Makasih” tersipu Tante Susi dipuji seperti itu.
“Oh ya Tante tinggal dengan siapa?” Tanya Andi penasaran.
“Aku tinggal ama suamiku, dia lagi berlayar 2 bulan sekali dia pulang sudah 2 minggu dia berangkat berlayar..” jelas Tante Susi.
“Oh begitu ya..?” berarti dia kesepian nich bathin Andi.
“Kamu sudah punya pacar?” Tante Susi bertanya sambil menarik tangan Andi ke atas pahanya yang putih itu.
“Belum Tan..?!” jawab Andi menarik tangannya mencoba malu-malu kucing.|okewla.com
“Kenapa? kok malu?! Apa aku harus tidur lagi biar kamu enggak malu dan leluasa mengelus-elusku”
“Maksud Tante?” bertanya heran Andi.
“Aku tahu yang kamu lakukan sepanjang perjalanan tadi, aku diam karena kupikir kamu kan sudah tolongin aku boleh donk sebagai tanda terimakasih”
“Jadi ni Tante juga keenakan toh, sial deg-deg an juga gue, gue kira dia tahu bakal marah eh malah seneng, aman sekarang dong, asyiik?” Bathin Andi.
Sekarang Andi bebas melakukan gerakannya karena sudah tahu Tante Susi senang diperlakukan seperti itu. Tangan Andi mulai meraba paha Tante Susi.
“Kulit Tante halus sekali..?!” bisik Andi ke telinga Tante Susi disertai jilatan halus membuat Tante Susi menggelinjang geli.
“Oh ya? Terusin dong ke atas Ndi..?” pinta Tante Susi manja.
Tangan Andi masuk ke dalam celana dalam Tante Susi.
“Okh kamu ahli sekali Ndi?” tangan Tante Susi mulai menjalar ke arah celana Andi dan mulai menelanjangi Andi dengan ganas.
“Tenang Tan?”
“Tanganmu itu yang membuat aku engga’ tahan okh.. Okh” kembali Tante Susi mengerang kenikmatan.
Kini Andi sudah telanjang di pegangnya peler millik Andi yang lumayan besar.
“Gede juga punyamu” ucap Tante Susi sambil mulai mengulum peler Andi, Andi hanya bisa mendesah kenikmatan ketika pelernya amblas ke dalam mulut Tante Susi.
“Okh Tante okh.. Okh” sambil meremas rambut Tante Susi.
“Telanjangi aku Ndi” pinta Tante Susi setelah puas mengulum peler Andi.|okewla.com
Andi mulai melakukannya hingga telanjang polos sudah Tante Susi, jelas terlihat bukit berumput hitam lebat dan sepasang payudara yang gede. Andi merebahkan tubuh bugil itu diatas kursi.
“Regangin pahamu Tan” pinta Andi.
Mulai ia menjilati vagina Tante Susi yang merah mungkin karena jarang di pake.
“Oh bulu jembut Tante lebat banget..”
“Tapi ok kan..?”
“Mantep Tan” ujar Andi sambil menyingkap bulu lebat itu dan mulai memainkan lidahnya dibibir vagina Tante Susi.
“Ukh.. Uuuukhh.. Ukh hebat terus jilat terus Ndi okh.. Enak.. Enak”
Menggelinjang eggak karuan Tante Susi menahan birahi yang mulai merambah urat-urat pembuluh darahnya. Sementara tangan Andi asyik meremas payudara Tante Susi yang gede.
“Remas Ndi remas yang kenceng ukh.. ukh..” sambil matanya merem melek. Terlihat jelas oleh Andi vagina Tante lisa kembang kempis karena kenikmatan.
“Ndi masukin donk, masukin Ndi.. Ukh”
Sedikit dibungkukkan tubuh Ndii sambil mulai mengarahkan batang pelernya ke arah vagina Tante Susi yang sudah becek karena jilatan lembut lidah Andi. Perlahan tapi pasti peler Andi mulai merambah masuk ke dalam vagina Tante Susi.
“Okh..” desah Tante Susi keenakan.
Pantat Andi bergerak maju mundur.
“Okh.. Enak Ndi okh..” merem melek Tante Susi dibuatnya.
“Okh.. Okh.. Goyang terus” pinta Tante Susi masih keenakan.|okewla.com
Andi pun merasakan kenikmatan teramat sangat pelernya terasa ada yang menyedot halus dan nikmat ditambah desahan Tante Susi yang sangat merangsang urat syarafnya menegang.
“Okh Tan empuk juga memekmu Tan okh.. Okh” sambil terus pantatnya maju mundur mengoyak vagina Tante Susi yang sudah basah banget.
Mulut Tante Susi yang mendesah seksi itu disambar Andi hingga keduanya saling berciumn liar, tangan Andi pun tidak tinggal diam remasan liar menimpa payudara Tante Susi yang sudah keras. Cukup lama perbuatan cabul diatas sofa itu berlangsung dengan sengit dengan teriakan Tante Susi yang tak tahan akan peler Andi yang beraksi. Hingga..
“Tan.. Pindah ke lantai yu?” ajak Andi.
“Terserah, asal jangan dilepas ya? Habis enak banget sih..”
Peler Andi masih menancap tegang di vagina Tante Susi, diangkatnya tubuh bugil Tante Susi lalu merebahkannya diatas lantai yang berpermadani halus itu. Keringat mengucur deras kenikmatan enggak terbendung gerakan maju mundur Andi yang kadang diselingi putaran pelernya membuat Tante Susi merem melek menahan gairah yang mungkin sangat diharapkannya malam itu.
“Ndi gantian ya?” pinta Tante Susi ganti posisi.
Mereka berguling separo sehingga sekarang posisi Tante Susi berada di atas menindih tubuh Andi.
“Ndi gimana kalau goyang gini” tawar Tante Susi sambil mengoyang pantatnya yang padat berisi.
“Gila Tan.. Enaak banget terus tan ukh.. Ukhh..” sambil tangannya terus meremas payudara yang sekarang lebih menantang karena menggantung indah dan mantap.
“Oh Ndi aku sudah tidak kuat Ndi.. Okkhh.. Ndi.. Okhhh.. Ndi.. Ooookhh”
“Tahan sebentar Tan.. Aku jagu sudah mau sampai okh.. Okh” erangan Andi menahan goyangan Tante Susi yang semakin liar.
“Ookh.. Oookkh.. Aku keluar.. Okkkhhhh.. Ooooookhhh..”
Dengan cepat dicabut memeknya lalu disodorkan ke arah wajah Andi.|okewla.com
“Okh.. Hisap Ndi.. Okh” pinta Tante Susi sambil tangannya mengocok kencang peler Andi yang saat itu sedang di ujung banget.
Dengan jilatan ganas dihisapnya vagina Tante Susi beserta cairan yang keluar dari dalam vagina itu Tante Susi terlihat sangat menikmati jilatan itu. Serr.. air mani vagina Tante Susi muncrat ke wajah Andi.
“Okh.. Ookh..” erangan Tante Susi sambil terus membenamkan memeknya ke wajah Andi.
“Okh Ndi kamu luar biasa” puji Tante Susi atas kehebatan Andi melayaninya.
Andi duduk di sofa kembali sementara pelernya masih menegang tangguh, dengan penuh pengertian Tante Susi mengocok peler Andi yang sudah tegang.
“Okhh.. enggak lama Tan.. Oookh..”
Crot.. Crot.. Dari peler Andi keluar cairan putih kental yang langsung dengan sigap Tante Susi memasukkan peler Andi ke dalam mulutnya.
“Akh.. Oookhh..” Andi tersenyum puas begitu juga Tante Susi yang memang malam itu sangat mendambakan memeknya mengeluarkan cairan kenikmatan ditemani lelaki perkasa seperti Andi.
Keduanya lalu beranjak kekamar tidur Tante Susi, setelah Tante Susi mengajak Andi ke kamarnya untuk istirahat sejenak dengan harapan Andi dapat melanjutkan kembali memuaskan nafsu birahinya.
Bersambung.
