Cerita Sexku Wakut nge Kos di Gang Sempit

 

 

 

 

 

 

Cerita Sexku Wakut nge Kos di Gang Sempit

Cerita Sexku Wakut nge Kos di Gang Sempit. Aku kost di daerah Senayan, kamarku bersebelahan dengan kamar seorang gadis manis yang masih kecil, tubuh mungil, putih bersih dan senyumnya benar-benar mempesona. Di dalam kamar kostku terdapat beberapa lubang angin sebagai ventilasi. Mulanya lubang itu ditutup dengan kertas putih.., tapi setelah gadis manis itu kost di sebelah kamarku, maka kertas putih itu aku lepas, sehingga aku dapat bebas dan jelas melihat apa yang terjadi pada kamar di sebelahku itu.Rumah Tetangga Kostku Legit dan Sempit Tetangga Kostku Legit dan Sempit
Tetangga Kostku Legit dan Sempit
Aku kost di daerah Senayan, kamarku bersebelahan dengan kamar seorang gadis manis yang masih kecil, tubuh mungil, putih bersih dan senyumnya benar-benar mempesona. Di dalam kamar kostku terdapat beberapa lubang angin sebagai ventilasi. Mulanya lubang itu ditutup dengan kertas putih.., tapi setelah gadis manis itu kost di sebelah kamarku, maka kertas putih itu aku lepas, sehingga aku dapat bebas dan jelas melihat apa yang terjadi pada kamar di sebelahku itu.
Memek Legit dan Sempit Tetangga Kostku
Suatu malam aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku terbuka, lalu aku seperti biasanya naik ke atas meja untuk mengintip. Ternyata gadis itu baru pulang dari sekolahnya.., tapi kok sampai larut malam begini tanyaku dalam hati. Gadis manis itu yang belakangan namanya kuketahui yaitu Hany, menaruh tasnya lalu mencopot sepatunya kemudian mengambil gelas air putih dan meminumnya.., akhirnya dia duduk di kursi sambil mengangkat kakinya menghadap ke lubang angin tempat aku mengintip. Hany sama sekali tidak bisa melihat ke arahku karena lampu kamarku telah kumatikan sehingga malah aku yang dapat leluasa melihat ke dalam kamarnya.
Pada posisi kaki yang diangkat di atas kursi, terlihat jelas celana dalamnya yang berwarna putih dengan gundukan kecil di tengahnya.., lalu saja tiba-tiba kontolku yang berada di dalam celanaku otomatis mulai ereksi. Mataku mulai melotot melihat keindahan yang tiada duanya, apalagi ketika Hany lalu bangkit dari kursi dan mulai melepaskan baju dan rok sekolahnya sehingga kini tinggal BH dan celana dalamnya. Sebentar dia bercermin memperhatikan tubuhnya yang ramping putih dan tangannya mulai meluncur pada teteknya yang ternyata masih kecil juga. Diusapnya teteknya dengan lembut.
Dipuntirnya pelan-pelan puting susunya sambil memejamkan mata, rupanya dia mulai merasakan nikmat, lalu tangannya meluncur ke bawah, ke celana dalamnya digosoknya dengan pelan, tangannya mulai masuk ke celananya dan bermain lama. Aku gemetar melihatnya, sedangkan kontolku sudah sangat tegang sekali. Lalu kulihat Hany mulai melepaskan celana dalamnya dan.., Woww, belum ada bulunya sama sekali, sebuah memek yang menggunduk seperti gunung kecil yang tak berbulu. Ohh, begitu indah, begitu mempesona. Lalu kulihat Hany naik ke tempat tidur, menelungkup dan menggoyangkan pantatnya ibarat sedang bersetubuh.
Hany menggoyang pantatnya ke kiri, ke kanan.., naik dan turun.., rupanya sedang mencari kenikmatan yang ingin sekali dia rasakan, tapi sampai lama Hany bergoyang rupanya kenikmatan itu belum dicapainya, Lalu dia bangkit dan menuju kursi dan ditempelkannya memeknya pada ujung kursi sambil digoyang dan ditekan maju mundur. Kasihan Hany.., rupanya dia sedang terangsang berat.., suara nafasnya yang ditahan menggambarkan dia sedang berusaha meraih dan mencari kenikmatan surga, Namun belum juga selesai, Hany kemudian mengambil spidol.., dibasahi dengan ludahnya lalu pelan-pelan spidol itu dimasukan ke lubang memeknya, begitu spidol itu masuk sekitar satu atau dua centi matanya mulai merem melek dan erangan nafasnya makin memburu, “Ahh.., ahh”, Lalu dicopotnya spidol itu dari memeknya, sekarang jari tengahnya mulai juga dicolokkan ke dalam memeknya.., pertama.., jari itu masuk sebatas kukunya kemudian dia dorong lagi jarinya untuk masuk lebih dalam yaitu setengahnya, dia melenguh, “Oohh.., ohh.., ahh”, tapi heran aku jadinya, jari tengahnya dicabut lagi dari memeknya, kurang nikmat rupanya.., lalu dia melihat sekeliling mencari sesuatu.., aku yang menyaksikan semua itu betul-betul sudah tidak tahan lagi.
kontolku sudah sangat mengeras dan tegang luar biasa, lalu kubuka celana dalamku dan sekarang kontolku bebas bangun lebih gagah, lebih besar lagi ereksinya melihat memek si Hany yang sedang terangsang itu. Lalu aku mengintip lagi dan sekarang Hany rupanya sedang menempelkan memeknya yang bahenol itu pada ujung meja belajarnya. Kini gerakannya maju mundur sambil menekannya dengan kuat, lama dia berbuat seperti itu.., dan tiba-tiba dia melenguh, “Ahh.., ahh.., ahh”, rupanya dia telah mencapai kenikmatan yang dicari-carinya.
Setelah selesai, dia lalu berbaring di tempat tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal. Kini posisinya tepat berada di depan pandanganku. Kulihat memeknya yang berubah warna menjadi agak kemerah-merahan karena digesek terus dengan ujung kursi dan meja. Terlihat jelas memeknya yang menggembung kecil ibarat kue apem yang ingin rasanya kutelan, kulumat habis.., dan tanpa terasa tanganku mulai menekan biji kontolku dan kukocok kontolku yang sedang dalamn posisi “ON”. Kuambil sedikit krim pembersih muka dan kuoleskan pada kepala kontolku, lalu kukocok terus, kukocok naik turun dan, “Akhh”, aku mengeluh pendek ketika air maniku muncrat ke tembok sambil mataku tetap menatap pada memek Hany yang masih telentang di tempat tidurnya. Nikmat sekali rasanya onani sambil menyaksikan Hany yang masih berbaring telanjang bulat. Kuintip lagi pada lubang angin, dan rupanya dia ketiduran, mungkin capai dan lelah.
Esok harinya aku bangun kesiangan, lalu aku mandi dan buru-buru berangkat ke kantor. Di kantor seperti biasa banyak kerjaan menumpuk dan rasanya sampai jam sembilan malam aku baru selesai. Meja kubereskan, komputer kumatikan dan aku pulang naik taksi dan sekitar jam sepuluh aku sampai ke tempat kostku. Setelah makan malam tadi di jalanan, aku masih membuka kulkas dan meminum bir dingin yang tinggal dua botol. Aku duduk dan menyalakan TV, ku-stel volumenya cukup pelan. Aku memang orang yang tidak suka berisik, dalam bicarapun aku senang suara yang pelan, kalau ada wanita di kantorku yang bersuara keras, aku langsung menghindar, aku tidak suka. Acara TV rupanya tidak ada yang bagus, lalu kuingat kamar sebelahku, Hany.., yang tadi malam telah kusaksikan segalanya yang membuat aku sangat ingin memilikinya
Aku naik ke tempat biasa dan mulai lagi mengintip ke kamar sebelah. Hany yang cantik itu kulihat tengah tidur di kasurnya, kulihat nafasnya yang teratur naik turun menandakan bahwa dia sedang betul-betul tidur pulas.
Tiba-tiba nafsu jahilku timbul, dan segera kuganti celana panjangku dengan celana pendek dan dalam celana pendek itu aku tidak memakai celana dalam lagi, aku sudah nekat, kamar kostku kutinggalkan dan aku pura-pura duduk di luar kamar sambil merokok sebatang ji sam su. Setelah kulihat situasinya aman dan tidak ada lagi orang, ternyata pintunya tidak di kunci, mungkin dia lupa atau juga memang sudah ngantuk sekali, jadi dia tidak memikirkan lagi tentang kunci pintu.
Dengan berjingkat, aku masuk ke kamarnya dan pintu langsung kukunci pelan dari dalam, kuhampiri tempat tidurnya, lalu aku duduk di tempat tidurnya memandangi wajahnya yang mungil dan, “Alaamaak”, Hany memakai daster yang tipis, daster yang tembus pandang sehingga celana dalamnya yang sekarang berwarna merah muda sangat jelas terbayang di hadapanku. “Ohh.., glekk”, aku menelan ludah sendiri dan repotnya, kontolku langsung tegang sempurna sehingga keluar dari celana pendekku. Kulihat wajahnya, matanya, alisnya yang tebal, dan hidungnya yang mancung agak sedikit menekuk tanda bahwa gadis ini mempunyai nafsu besar dalam seks, itu memang rahasia lelaki bagi yang tahu. Ingin rasanya aku langsung menubruk dan mejebloskan kontolku ke dalam memeknya, tapi aku tidak mau ceroboh seperti itu.Rumah Tetangga Kostku Legit dan Sempit Tetangga Kostku Legit dan Sempit
Tetangga Kostku Legit dan Sempit
Aku kost di daerah Senayan, kamarku bersebelahan dengan kamar seorang gadis manis yang masih kecil, tubuh mungil, putih bersih dan senyumnya benar-benar mempesona. Di dalam kamar kostku terdapat beberapa lubang angin sebagai ventilasi. Mulanya lubang itu ditutup dengan kertas putih.., tapi setelah gadis manis itu kost di sebelah kamarku, maka kertas putih itu aku lepas, sehingga aku dapat bebas dan jelas melihat apa yang terjadi pada kamar di sebelahku itu.
Memek Legit dan Sempit Tetangga Kostku
Suatu malam aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku terbuka, lalu aku seperti biasanya naik ke atas meja untuk mengintip. Ternyata gadis itu baru pulang dari sekolahnya.., tapi kok sampai larut malam begini tanyaku dalam hati. Gadis manis itu yang belakangan namanya kuketahui yaitu Hany, menaruh tasnya lalu mencopot sepatunya kemudian mengambil gelas air putih dan meminumnya.., akhirnya dia duduk di kursi sambil mengangkat kakinya menghadap ke lubang angin tempat aku mengintip. Hany sama sekali tidak bisa melihat ke arahku karena lampu kamarku telah kumatikan sehingga malah aku yang dapat leluasa melihat ke dalam kamarnya.
Pada posisi kaki yang diangkat di atas kursi, terlihat jelas celana dalamnya yang berwarna putih dengan gundukan kecil di tengahnya.., lalu saja tiba-tiba kontolku yang berada di dalam celanaku otomatis mulai ereksi. Mataku mulai melotot melihat keindahan yang tiada duanya, apalagi ketika Hany lalu bangkit dari kursi dan mulai melepaskan baju dan rok sekolahnya sehingga kini tinggal BH dan celana dalamnya. Sebentar dia bercermin memperhatikan tubuhnya yang ramping putih dan tangannya mulai meluncur pada teteknya yang ternyata masih kecil juga. Diusapnya teteknya dengan lembut.
Dipuntirnya pelan-pelan puting susunya sambil memejamkan mata, rupanya dia mulai merasakan nikmat, lalu tangannya meluncur ke bawah, ke celana dalamnya digosoknya dengan pelan, tangannya mulai masuk ke celananya dan bermain lama. Aku gemetar melihatnya, sedangkan kontolku sudah sangat tegang sekali. Lalu kulihat Hany mulai melepaskan celana dalamnya dan.., Woww, belum ada bulunya sama sekali, sebuah memek yang menggunduk seperti gunung kecil yang tak berbulu. Ohh, begitu indah, begitu mempesona. Lalu kulihat Hany naik ke tempat tidur, menelungkup dan menggoyangkan pantatnya ibarat sedang bersetubuh.
Hany menggoyang pantatnya ke kiri, ke kanan.., naik dan turun.., rupanya sedang mencari kenikmatan yang ingin sekali dia rasakan, tapi sampai lama Hany mengayunkan rupanya kenikmatan itu belum tercapai, Lalu dia bangkit dan menuju kursi dan ditempelkannya memeknya di ujung kursi sambil digoyang dan ditekan maju mundur. Kasihan Hany.., rupanya dia sedang terangsang berat.., suara nafasnya yang menahan menggambarkan dia sedang berusaha meraih dan mencari kenikmatan surga, Namun belum juga selesai, Hany kemudian mengambil spidol.., diendapkan dengan ludahnya lalu pelan-pelan spidol itu dimasukkan ke lubang memeknya, begitu spidol itu masuk sekitar satu atau dua centi mata mulai merem melek dan erangan napasnya makin berburu, “Ahh.., ahh”, Lalu dicopotnya spidol itu dari memeknya, sekarang jari tengahnya mulai juga dicolokkan ke dalam memeknya.., pertama.., jari itu masuk sebatas kukunya kemudian dia dorong lagi mencubit untuk masuk lebih dalam yaitu setengahnya, dia melenguh, “Oohh.., ohh.., ahh”, tapi heran aku jadinya, jari tengahnya dicabut lagi dari memeknya, kurang nikmat rupanya.., lalu dia melihat sekeliling mencari sesuatu.., aku yang menyaksikan semua itu betul-betul sudah tidak tahan lagi.
kontolku sudah sangat menegangkan dan tegang di luar biasa, lalu kubuka celana dalamku dan sekarang kontolku bebas bangun lebih gagah, lebih besar lagi ereksinya melihat memek si Hany yang sedang terangsang itu. Lalu aku mengintip lagi dan sekarang Hany rupanya sedang menempelkan memeknya yang bahenol itu di ujung meja belajarnya. Kini gerakannya maju mundur sambil menekannya dengan kuat, lama dia berbuat seperti itu.., dan tiba-tiba dia melenguh, “Ahh.., ahh.., ahh”, rupanya dia telah mencapai kenikmatan yang dicari-carinya.
Setelah selesai, dia lalu berbaring di tempat tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal. Kini posisinya tepat berada di depan pandanganku. Kulihat memeknya yang berubah warna menjadi agak kemerah-merahan karena digesek terus dengan ujung kursi dan meja. Terlihat jelas memeknya yang menggembung kecil ibarat kue apem yang ingin rasanya kutelan, kulumat habis.., dan tanpa terasa mulai menekan biji kontolku dan kukocok kontolku yang sedang dalamn posisi “ON”. Kuambil sedikit krim pembersih muka dan kuoleskan pada kepala kontolku, lalu kukokok terus, kukokok naik turun dan, “Akhh”, aku mengeluh pendek ketika air maniku muncrat ke dinding sambil mataku tetap menatap memek Hany yang masih telentang di tempat tidurnya. Nikmat sekali rasanya onani sambil menyaksikan Hany yang masih terbaring telanjang bulat. Kuintip lagi pada lubang angin, dan rupanya dia ketiduran, mungkin mencapai dan lelah.
Esok harinya aku bangun kesiangan, lalu aku mandi dan buru-buru berangkat ke kantor. Di kantor seperti biasa banyak pekerjaan menumpuk dan rasanya sampai jam sembilan malam aku baru selesai. Meja kubereskan, komputer kumatikan dan aku pulang naik taksi dan sekitar jam sepuluh aku sampai ke tempat kostku. Setelah makan malam tadi di jalanan, aku masih membuka kulkas dan meminum bir dingin yang tinggal dua botol. Aku duduk dan menyalakan TV, ku-stel volumenya cukup pelan. Aku memang orang yang tidak suka Berisik, dalam bicarapun aku senang suara yang pelan, kalau ada wanita di kantorku yang bersuara keras, aku langsung menghindar, aku tidak suka. Acara TV rupanya tidak ada yang bagus, lalu kuingat kamar sebelahku, Hany.., yang tadi malam telah kusaksikan segalanya yang membuat aku sangat ingin memilikinya.
Aku naik ke tempat biasa dan mulai lagi mengintip ke kamar sebelah. Hany yang cantik itu kulihat tengah tidur di kasurnya, kulihat nafasnya yang teratur naik turun menandakan bahwa dia sedang betul-betul tidur pulas.
Tiba-tiba nafsu jahilku timbul, dan segera kuganti celana panjangku dengan celana pendek dan dalam celana pendek itu aku tidak memakai celana dalam lagi, aku sudah nekat, kamar kostku kutinggalkan dan aku pura-pura duduk di luar kamar sambil merokok sebatang ji sam su. Setelah kulihat situasi aman dan tidak ada lagi orang, ternyata pintunya tidak di kunci, mungkin dia lupa atau juga memang sudah ngantuk sekali, jadi dia tidak memikirkan lagi tentang kunci pintu.
Dengan berjingngkat, aku masuk ke dalam ruangan dan pintu langsung kukunci perlahan dari dalam, kuhampiri tempat tidurnya, lalu aku duduk di tempat tidurnya memandangi wajahnya yang mungil dan, “Alaamaak”, Hany memakai daster yang tipis, daster yang tembus pandang sehingga celana dalamnya yang sekarang berwarna merah muda sangat jelas terbayang di hadapanku. “Ohh.., glekk”, aku menelan ludah sendiri dan repotnya, kontolku langsung tegang sempurna sehingga keluar dari celana pendekku. Kulihat wajahnya, matanya, alisnya yang tebal, dan hidungnya yang mancung agak sedikit tertekuk tanda bahwa ini mempunyai nafsu besar dalam seks, itu memang rahasia lelaki bagi yang tahu. Ingin rasanya aku langsung menubruk dan mejebloskan kontolku ke dalam memeknya, tapi aku tidak mau sembarangan seperti itu.
Setelah aku yakin bahwa Hany benar-benar sudah pulas, pelan-pelan kubuka tali dasternya, dan terbukalah, lalu aku sampirkan ke samping. Kini kulihat pahanya yang putih kecil dan padat itu. Sungguh suatu pemandangan yang sangat menakjubkan, apalagi celana dalamnya yang mini membuat gundukan kecil ibarat gunung merapi yang masih tertutup awan membuat kontolku mengejat-ngejat dan mengangguk-ngangguk. Pelan-pelan mengirimkan kutempelkan pada memeknya yang masih tertutup itu, aku diam sebentar takut kalau kalau Hanybangun, aku bisa kena malu, tapi rupanya Hany benar-benar tertidur pulas, lalu aku mulai menyibak celana di dalamnya dan melihat memeknya yang mungil, lucu, menggembung, ibarat kue apem yang ujungnya ditempeli sebuah kacang.
“Huaa”, aku merinding dan gemetar, kumainkan jariku di pinggiran memeknya, kuputar terus, kugesek pelan, sekali-sekali kumasukkan jariku pada lubang kecil yang betul-betul indah, bulunyapun masih tipis dan lembut. kontolku rasanya makin ereksi berat, aku mendesah lembut. Ahh, indahnya kau Hany, betapa kuingin memilikimu, aku menyayangimu, cintaku langsung hanya padamu. Oh, aku terperanjat sebentar ketika Hany bergerak, rupanya dia menggerakkan tangannya sebentar tanpa sadar, karena aku mendengar nafasnya yang teratur berarti dia sedang tidur pulas.
Lalu dengan nekatnya kuturunkan celana dalamnya perlahan tanpa bunyi, pelan, pelan, dan lepaslah celana dalam dari tempatnya, kemudian kulepas dari kakinya sehingga kini Hany benar-benar telanjang bulat.
Luar biasa, indah sekali bentuknya, dari kaki sampai wajahnya kutatap tak berkedip. teteknya yang masih berupa puting itu sangat indah sekali. Akh, sangat luar biasa, pelan-pelan kutempelkan wajahku pada memeknya yang merekah bak bunga mawar, kuhirup aroma wanginya yang khas. Oh, aku benar-benar tidak tahan, lalu lidahku kumainkan di sekitar memeknya. Aku memang terkenal sebagai si pandai lidah, karena setiap wanita yang pernah kena lidahku atau jilatanku pasti akan ketagihan, aku memang jago memainkan lidah, maka aku berlatih pada memek si Hany ini. Lereng gunung memeknya kusapu dengan lidahku, kuayun lidahku di tepi lalu sekali-kali sengaja kusenggol klitorisnya yang indah itu.
Kemudian gua kecil itu kucolok lembut dengan lidahku yang sengaja kuulur panjang, aku usap terus, aku colok terus, kujelajahi gua indahnya sehingga lama-kelamaan gua itu mulai basah, lembab dan berair. Oh, nikmatnya air itu, aroma yang khas membuat terkejet-kejet, kontolku sudah tidak sabar lagi, tapi aku masih takut kalau kalau Hany terbangun bisa runyam nanti, tapi desakan kuat pada kontolku sudah sangat besar sekali. Nafasku benar-benar tidak karuan, tapi kulihat Hany masih tetap saja pulas tidurnya.-Akupun lebih bersemangat lagi, sekarang semua kemampuan lidahku kupraktekan saat ini juga, luar biasa memang, memek yang kecil, memek yang indah, memek yang sudah basah. Rasanya seperti sudah siap menanti tibanya senjataku yang sudah berontak untuk menerobos gua indah misterius yang ditumbuhi rumput tipis milik Hany, namun kutahan sebentar, karena lidahku dan jilatanku masih asyik bermain di sana, masih memberikan kenikmatan yang sangat luar biasa bagi Hany.
Sayang Hany tertidur pulas, andaikata Hany dapat merasakan dalam keadaan sadar pasti sangat luar biasa kenikmatan yang sedang dirasakannya, tapi meskipun Hany saat ini sedang tertidur pulas secara psikoseks yang berjalan secara alami dan biologi,..nikmat yang sangat sangat itu pasti terbawa dalam mimpinya, itu pasti dan pasti, walaupun yang dirasakannya sekarang ini hanya sekitar 25%, Buktinya dengan napasnya yang mulai tersengal dan tidak teratur serta memeknya yang sudah basah, itu merupakan faktor psiko tsb sudah dengan bekerja dengan baik. Sehingga kenikmatan yang luar biasa itu masih dapat dirasakan seperempatnya dari keseluruhannya saat di saat sadar.
Akhirnya Karena memikirkan sudah cukup rasa lidahku bermain di memeknya, maka pelan-pelan kontolku yang memang sudah minta terus sejak tadi kuoles-oleskan dulu saat di ujung memeknya, lalu pada klitorisnya yang mulai memerah karena nafsu, rasa basah dan hangat pada memeknya membuat kontolku bergerak sendiri otomatis seperti mencari-cari lubang gua dari titik nikmat yang ada di memeknya. Dan ketika kontolku dirasa sudah cukup bermain di daerah istimewanya, maka dengan hati-hati namun pasti kontolku kumasukan perlahan-lahan ke dalam memeknya.., pelan, pelan dan, “sleepp.., slesepp”, kepala kontolku yang gundul sudah tidak terlihat karena batas di kepala kontolku sudah masuk ke dalam memek Hany yang hangat nikmat itu.
Lalu kuperhatikan sebentar wajahnya, Masih!, dia, Hany masih pulas saja, hanya sesaat saja kadang napasnya agak sedikit tersendat, “Ehhss.., ehh.., ss”, seperti orang nigau. Lalu kucabut lagi kontolku sedikit dan kumasukkan lagi agak lebih dalam kira-kira hampir setengahnya, “Akhh.., ahh, betapa nikmatnya, betapa nikmatnya memekmu Hany, betapa seretnya lubangmu sayang”. Oh, gerakanku terhenti sebentar, kutatap lagi wajahnya yang betul-betul cantik yang mencerminkan sumber seks yang luar biasa dari wajah mata dan hidungnya yang agak menekuk sedikit,.. ohh Hany, betapa sempurnanya tubuhmu, betapa nikmatnya memekmu, betapa nikmatnya lubangmu. Oh, apapun yang terjadi aku akan bertanggung jawab untuk semuanya ini. Aku sangat menyayangimu.
Lalu kembali kutekan agak dalam lagi kontolku supaya bisa masuk lebih jauh lagi ke dalam memeknya, “Bleess.., Blessess”, “Akhh.., akhh”, sungguh luar biasa, sungguh nikmat sekali memeknya, belum pernah selama ini ada wanita yang mempunyai memek seenak dan segurih milik Hany ini.
Ketika kumasukkan kontolku lebih ke dalam lagi, kulihat Hany agak tersentak sedikit, mungkin dalam mimpinya dia merasakan kaget dan nikmat juga yang luar biasa dan nikmat yang sangat sangat ketika senjataku betul-betul masuk, lagi-lagi dia mengerang, erangan nikmat, erangan sorga yang aku yakin sekali bahwa Hany pasti merasakannya walaupun dirasa dalam tidurnya.
Akupun demikian, ketika kontolku sudah masuk semua ke dalam memeknya, kutekan lagi sampai terbenam habis, lalu kuangkat lagi dan kubenamkan lagi sambil kugoyangkan perlahan ke kanan kiri dan ke atas dan bawah, gemetar badanku merasakan kenikmatan yang sesungguhnya yang diberikan oleh memek Hany ini, aneh sangat luar biasa, memeknya sangat menggigit lembut, meminum pelan serta lembut dan menggenggam senjataku dengan lembut dan terima kasih sayang. Benar-benar memek yang luar biasa. Oh Hany, tak akan kutinggalkan kamu.
Lalu dengan lebih semangat lagi aku mendayung dengan kecepatan yang taktis sambil membuat goyangan dan gerakan yang memang sudah kuciptakan sebagai resep untuk memuaskan Hany ini. Akhirnya senjataku kubenamkan habis ke dasar memeknya yang lembut, habis kutekan kontolku dalam-dalam. Aakh, sumur Hany memang bukan yang utama, walaupun lubang memeknya itu kecil tetapi aneh dapat menampung senjata meriam milikku yang dirasa cukup besar dan panjang, belum lagi dengan urat-urat yang tumbuh di sekitar batang kontolku ini, memek yang luar biasa.
Lama-kelamaan, ketika kontolku benar-benar kuhunjamkan habis dalam-dalam pada memeknya, aku mulai merasakan seperti rasa nikmat yang luar biasa, yang akan keluar dari lubang perkencinganku. “Ohh.., ohh”, kupercepat gerakanku naik turun, dan akhirnya muncratlah air maniku di dalam memeknya yang sempit itu. Aku langsung lemas, dan segera kucabut kontolku itu, takut Hany terbangun.
Dan setelah selesai, aku segera merapikannya lagi. Celana dalamnya kupakaikan lagi, begitu juga dengan dasternya juga aku dikenakan lagi padanya. Sebelum kutinggalkan, aku kecup dulu keningnya sebagai tanda sayang dariku, sayang yang betul-betul timbul dari diriku, dan akhirnya pelan-pelan di dalam kutinggalkan dan pintunya kututup lagi. Aku masuk lagi ke kamarku, berbaring di tempat tidurku, sambil menerawang, aku menghayati permainan tadi. Oh, sungguh suatu kenikmatan yang tiada taranya. Dan Akupun tertidur pulas.
Keesokan harinya seperti biasa aku bangun pagi, mandi dan siap berangkat ke kantor, namun ketika hendak menutup pintu kamar, tiba-tiba Hany keluar dan tersenyum padaku.
“Mau berangkat Pak?”, tanyanya, aku dengan gugup akhirnya mengyakan ucapannya, lalu kujawab dengan pertanyaan lagi.
“Kok Hany gak sekolah?”.
“Nanti Pak, Hany masuk siang”, akupun tersenyum dan Hanypun lalu mengkompromikan ke depan rumah, rupanya ingin mencari tukang bubur ayam, mengisi lapar barangkali. Taksi kucegat dan aku langsung berangkat ke kantor.